Jumat, 20 Juli 2012

Sumpah Jabatan PNS Tuban oleh Bupati Huda

SUGAR FM DALAM BERITA

Bupati Sumpah PNS Menjelang Ramadhan.

 
Tuban - Dalam rangka usaha membina PNS yang bersih, jujur dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara yang bertugas sebagai abdi
masyarakat, Menjelang bulan suci Ramadhan 1433 H, Kamis (19/07/2012) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban menyelenggarakan Sumpah dan Janji PNS di Lingkungan Pemkab Tuban  bertempat di Ruang Rapat Lantai III Setda Kabupaten Tuban.
Dalam laporannya, Kepala BKD Kabupaten Tuban, Drs. M. Nur Hasan, M.Si melaporkan bahwa acara Sumpah dan janji ini Diikuti 365 PNS dari SKPD di Lingkungan Pemkab Tuban yang belum pernah diangkat sumpah / janjinya, jika dirinci berdasarkan jenis kelamin diikuti 94 Orang laki-laki dan 171 Orang Perempuan, berdasar pangkat golongan diikuti 25 Orang golongan ruang I, 146 orang golongan ruang II, 90 golongan ruang III dan 4 orang golongan ruang IV, berdasarkan agama diikuti 262 orang beragama Islam, 2 Orang Kristen Protestan dan 1 orang Katolik. Disumpah langsung oleh Bupati Tuban, H.Fathul Huda acara ini berlangsung khidmad dan lancar.
Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa Sumpah / Janji ini merupakan salah satu kewajiban yang diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 1975dan Nomor 53 tahun 2010 yang diwujudkan dalam pernyataan kesanggupan untuk melakukan suatu keharusan dan tidak melakukan suatu larangan bagi setiap PNS dengan pernyataan kesanggupan tersebut maka dapat diartikan bahwa pengucap sumpah dan janji telah berikrar dan berkomitmen untuk menerima dan menjalani secara totalitas segala konsekuensi profesi PNS.
Pada dasarnya ikrar dan komitmen yang telah diucapkan bukan hanya sekedar kesanggupan terhadap atasan yang berwenang, tetapi juga merupakan kesanggupan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan PNS mempunyai kesetiaan dan ketaatan penuh kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah serta bermental baik, bersih, jujur, berdayaguna, berhasil guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya.
Profesionalisme PNS dipengaruhi oleh kompetensi PNS itu sebagai bekal untuk melaksanakan tugas berupa Pengetahuan (Knowledge), Keterampilan (Skill) dan sikap atau perilaku (Attitude) yang kesemuanya harus secara terus - menerus ditingkatkan baik secara pribadi maupun dalam suatu kelompok dengan secara terprogram. PNS akan senantiasa mendahulukan kepentingan Masyarakat, Bangsa dan Negara dibanding dengan Pribadi, Kelompok dan golongan.
Mengakhiri Sambutan Bupati kembali menekankan beberapa hal diantaranya bahwa PNS harus bisa jadi panutan, mampu mengendalikan diri dan dapat menjaga hubungan yang harmonis baik dengan masyarakat, Atasan ataupun sesama PNS. Karena pada dasarnya semua PNS mempunyai peran masing-masing dan kesemuanya penting, satu saja bermasalah akan mempengaruhi kinerja yang lainnya.
PNS diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan,  diharapkan juga dapat terus meningkatkan kompetensi dengan selalu belajar, baik dengan Diklat, Pelatihan atau yang lebih dekat, dengan mempelajari hal yang tersirat dan tersurat dari kejadian disekelilingnya.

Jelang Ramadhan, Gelar Sepak Bola Api Banjaragung Rengel

SUGAR FM DALAM BERITA

Sepak Bola Api Waria, Tradisi Sambut Ramadhan.

Tuban– Beragam acara digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Di Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, warga menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan menggelar tradisi sepak bola api.
Permainan tradisional rakyat tersebut cukup seru dan menegangkan selama disaksikan. Selain itu para pemuda desa ini juga beratraksi adu kanuragan di depan ratusan penonton.
Untuk menggelar tradisi Sepak Bola Api, sebuah ritual khusus harus dilakukan. Ritual biasanya di gelar para pemain di tengah lapangan, dengan membacakan doa-doa. Tujuannya agar Bola Api yang digunakan, tidak mampu melukai kaki para pemainnya.
Bola yang digunakan terbuat dari butir kelapa utuh, yang direndam dalam minyak tanah selama 2 minggu. Selanjutnya bola yang sudah direndam ini dibakar, dan langsung dilempar ke tengah lapangan.
Layaknya sepak bola yang ada, Bola Api ini menjadi rebutan dua tim yang terdiri dari lima orang, masing masing tim. Mereka berusaha merebut Bola dari kaki lawan dan menendangnya ke arah gawang lawan. Penonton pun langsung bersorak - sorak, ketika Bola Api masuk ke gawang.
Meski Bola yang digunakan menyala api panas, nampak tidak ada rasa sakit pada kaki para pemain, meski menendang Bola Api dengan bertelanjang kaki. Mereka terus menendang Bola dan berusaha membuat gol ke gawang lawan.
Dengan lampu penerangan seadanya, membuat permainan tampak seru dan membuat para pemain semakin bersemangat memainkan sepak bola api ini. Yang lebih seru dan membuat gelak tawa para penonton adalah, karena salah satu tim pemain adalah Waria, atau laki laki yang berdandan ala wanita. Para penonton pun terpingkal-pingkal saat para waria ini menendang Bola Api.
“yang paling lucu adalah karena para pemainnya Waria mas,” ujar Tisa, salah satu penonton.
Sepak bola api ini merupakan tradisi tahunan, yang digelar warga Dusun Gumeng, Desa Banjar agung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Tradisi ini digelar di lapangan desa setempat, untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
“ini memang dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan mas,” kata Wijiyono, salah satu panitia.
Tradisi Sepak Bola Api ini tidak sembarang dimainkan orang. Para pemain harus menjalani latihan khusus selama beberapa bulan, dan menjelang dimainkan, para pemain harus melakukan puasa mutih, atau puasa dengan hanya makan nasi putih saja, selama tiga hari.
Selain atraksi sepak bola api yang dimainkan oleh Waria,  atraksi lain yang disuguhkan para pemuda ini, diantaranya adalah atraksi Kanuragan, dengan tubuh dipukul dengan kayu, kepala di pukul dengan genteng dan tubuh dilindas dengan motor.

Sholat Ghoib Untuk PT Semen Gresik Demi Transparansi CSR

SUGAR FM DALAM BERITA

Semen Gresik Masih Tutup Mulut Terkait Angka CSR di Wilayah Tuban.


Tuban – Semen Gresik Masih Tutup Mulut Terkait Angka CSR di Wilayah Tuban. Puluhan warga Desa Gaji Kecamatan Kerek, kembali berunjuk rasa di pintu utama PT. Semen Gresik, Desa Sumberarum Kecamatan Kerek, Kamis (19/07/2012). Menuntut pihak PT. Semen Gresik untuk segera melakukan dan membuat konsep penataan ekonomi yang berkelanjutan pasca penambangan terutama Desa Gaji nantinya dan ketransparansian dana CSR untuk wilayah Tuban.
Aksi yang dimulai sekitar jam 13.00 siang, mereka mengendarai sepada motor dan mobil colt bak terbuka, sesampainya di depan Kantor UTSG Desa Sumberarum Kecamatan Kerek, mereka turun jalan langsung menuju pintu utama.
Dalam aksinya selain membentangkan sejumlah poster, mereka juga membawa keranda mayat sebagai simbol matinya PT. Semen Gresik selama ini. Sesampainya di depan pintu utama pabrik, lalu mereka melakukan Sholat Ghoib dan berdoa, agar PTSG kena adzab karena dinilai sudah melakukan perampasan hak terhadap warga sekitar pabrik, terutama di desa mereka yang warga miskinnya masih tinggi.
“Keberadaan PTSG bertahun-tahun di wilayah Tuban hanya merampas hak-hak kami, karena mestinya lahan yang kami jadikan sumber mata pencaharian justru akan dikeruk oleh mereka,” lantang Rudi Hartono dalam aksinya.
Dalam tuntutannya mereka meminta pihak PT. Semen Gresik untuk segera melakukan dan membuat konsep penataan ekonomi yang berkelanjutan pasca penambangan terutama Desa Gaji nantinya. Serta jaminan kesejahteraan pasca alih fungsi lahan tambang yang bakal tergusur. ”Semen Gresik harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kita ini,” lantang Rudi yang pernah diamankan petugas Kepolisian dalam aksi sebelumnya.
Usai melakukan Sholat Ghoib lalu mereka ditemui pihak Bina Lingkungan PT. Semen Gresik, di hadapan manajemen mereka mencerca beberapa pertanyaan terkait program CSR Semen Gresik yang tidak tepat sasaran, serta jaminan yang akan diberikan kepada masyarakat pasca alih fungsi tambang. ”Berapa sih alokasi dana CSR untuk wilayah Tuban sendiri dari Semen Gresik? Dan di alokasikan kemana saja, koq sampai memunculkan wilayah kami menjadi kantong kemiskinan tertinggi di Kecamatan Kerek dan Merakurak?” cerca Rudi
Menanggapai pertanyaan para pendemo, Suntoro Kasi Bina Lingkungan PT. Semen Gresik, hanya menjelaskan prosentasi dana CSR untuk ring I pabrik, diantaranya 70% untuk Ring I, 20% untuk daerah Ring II dan 10% untuk ring III, “Kewenangan kami hanya melaporkan rekapitulasi dan berapa anggaran yang dikeluarkan hanya kepada Bappeda, silahkan mas-mas minta data di sana”, jawab Suntoro kepada pendemo.
Hingga pertanyaan jumlah CSR ini di ulang beberapa kali, pihak Bina Lingkungan selalu berkilah bahwa pendemo tidak berhak untuk mempertanyakan berapa jumlah CSR yang di keluarkan. Dan terakhir pertanyaan di ulang Rizky salah satu pendemo dengan pertanyaan yang sama, “Sebenarnya kami hanya menginginkan ketransparasian saja, sesuai dengan apa yang di sampaikan teman saya, terkait berapa jumlah CSR Semen Gresik khusus untuk wilayah Tuban,” lantang Rizky kepada Bina Lingkungan.
Begitu juga, masih menurut Rizky, terkait konsepsi untuk penataan ekonomi berkelanjutan pasca tambang adanya sebuah ketransparansian, “Tidak lebih yang kami inginkan, jadi semua ada ketransparansian, baik yang sudah direaliasasikan ke desa yang sudah ditambang untuk sebagai contoh Desa Kami nantinya,” lanjut Risky.
Sementara Bina Lingkungan dalam hal ini Suntoro, masih dalam jawaban yang disampaikan sebelumnya, yakni kewenanganya bicara jumlah CSR hanya kepada Bappeda bukan kepada para pendemo, “Meski sudah ada UU KIP, tapi jangan diambil enaknya saja, ada beberapa dokumen yang masih menjadi hak kami untuk tidak kami publikasikan”, lanjutnya.
Tak puas dengan jawaban dari pihak Manajemen perusahaan, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib sekitar jam 16.00Wib sore.

Tempat Hiburan Malam Di Tuban Mulai Kamis Malam Tutup Total

SUGAR FM DALAM BERITA.
Sejak Kamis Malam Jum'at, Karaoke Tuban Tutup.
Tuban - Sebagai bentuk toleransi dan pengenghormatan dalam menghadapi ibadah bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah, seluruh tempat hiburan malam yang berada di Kabupaten Tuban berhenti beroperasi total mulai Kamis Malam  hingga setelah lebaran nanti, Kamis (19/07/2012).

Sejumlah tempat Hiburan Malam Cafe, Pub dan Karaoke yang berada di Kawasan Barat Kota Tuban jalan Tuban-Semarang Kamis Malam sudah tampak sepi. Tidak ada aktifitas seperti biasanya lantaran mulai Kamis Malam (19/07/2012), sesuai dengan kesepakatan dengan pemerintah Kabupaten Tuban sudah harus LIBUR.

Tak hanya tempat hiburan malam yang berada di Barat Kota, sejumlah tempat Karaoke yang berada di Kawasan jalan Tuban-Surabaya yang berada di Kecamatan Widang dan Plumpang juga sudah tidak beroperasi lagi untuk menghormati datangnya bulan Suci Ramadhan tahun ini.

"Untuk malam ini sudah tidak beroperasi sampai dengan setelah lebaran nanti, dan kemarin adalah yang terakhir sebelum bulan puasa ini. Kita sudah sepakat untuk tutup selama bulan puasa," ujar Henky Setiawan, manager Glamuor Cafe dan Karaoke yang berada di jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban.

Sementara itu, Henky menambahkan bahwa selama satu bulan Puasa ini lantaran Cafe tutup total semua karyawan dan karyawati yang bekerja di tempat Karaoke itu juga libur, untuk para pekerja yang berasal dari luar kota mereka sudah mulai banyak yang pulang kampung ke daerah asal mereka masing-masing.

Rabu, 18 Juli 2012

Kecelakaan Merenggut Satu Nyawa

SUGAR FM DALAM BERITA Purwadi Warga Temandang Tewas saat MengHantam Sedan. Tuban - Sebuah kecelekaan maut kembali terjadi di jalur pantura Tuban, tepatnya di jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban antara sepeda motor dengan sebuah mobil Sedan. Dalam kecelakaan tersebut satu korban tewas di lokasi kejadian perkara, Rabu (18/07/2012) dini hari. Korban tewas dengan kondisi mengenaskan dan mengalami luka parah di bagian kepalanya tersebut adalah Purwadi (19), pemuda asal Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban pada saat itu ia berboncengan dengan Tarsipin (18), yang juga merupakan warga desa tersebut. Kejadian kecelakaan tersebut berawal saat sepeda motor nopol S 3143 HD yang di kendarai oleh Purwadi berjalan dari arah Timur ke Barat dengan kecepatan tinggi melintas di jalur Pantura tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, itu. Kemudian pada saat sedang berjalan dengan kecepataan tinggi, sepeda motor yang dikendarai oleh pemuda tersebut mengambil jalur terlalu bergerak ke kanan, sedangkan pada saat bersamaan dari arah berlawanan terdapat mobil sedan nopol B 8797 SV yang dikemudikan oleh Kasmani (68), warga jalan Raya Kayu Mas, Pulo Gadung, Jakarta Timur. "Lantaran jaraknya yang terlalu dekat antara kedua kendaraan sehingga kecelakaan kedua kendaraanpun tidak bisa terhindarkan dan pengendara motor langsung terjatuh," jelas Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Sugeng ST. Akibat dari benturan yang sangat keras, pengendara dari sepeda motor tersebut langsung meninggal di tempat kejadian perkara lantaran mengalami luka yang sangat parah. Petugas kepolisian dari sat Lantas Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengatahu pasti penyebab dari kecelakaan tersebut. "Kita masih mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan juga telah melakukan olah TKP, sedangkan untuk korban selamat dan pengemudi mobil sedan masih kita mintai keterangan lebih lanjut," pungkasnya.

Radio SU94R FM Tuban Jawa Timur

E-KTP Tuban Mencapai 60%

SU94R FM RadioNet.com Pelaksanaan e-KTP Sudah Mencapai 60 Persen. Tuban – Hingga saat ini pelaksanaan Elektronik - Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kabupaten Tuban sudah mencapai 60 persen. Sesuai dengan Surat Edaran Mendagri, Program yang menelan dana APBD hingga Rp. 4,2 milyar ini ditargetkan selesai minggu kedua bulan Oktober 2012 mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Tuban, Djoko Ludiono, Rabu (18/07/2012). “Alhamdulillah Untuk Kecamatan Kenduruan bulan ini sudah selesai. Sesuai dengan target kami beberapa Kecamatan lainya seperti Bangilan, Senori, Tambakboyo, Singgahan, Parengan, Montong, Jenu, Widang, Grabagan dan beberapa Kecamatan lainya akan selesai pada bulan September,” ungkapnya. Sementara itu, untuk Kecamatan yang banyak wajib e-KTP adalah Kec. Palang, Kec. Soko, Kec. Semanding dan Kec. Kota tetap akan kita tuntaskan pada awal Oktober mendatang. Lebih lanjut mantan Aktivis HMI ini juga menambahkan, Pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik dan karena terpenuhinya beberapa faktor yang penting. Seperti kinerja operator yang maksimal, alat yang disediakan dimasing-masing Kecamatan serta kesadaran warga juga sangat mendukung untuk menyukseskan program Pemerintah Pusat tersebut. Beberapa kendala yang ditemui adalah alat yang eror sehingga mengganggu pelayanan masyarakat. “Akibatnya setelah menerima laporan, saya langsung meluncur ke Jakarta untuk memperbaiki dan menukar alat supaya besok pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan,” tuturnya. Saat dikonfirmasi terkait lambatnya proses cetak e-KTP tersebut, mantan Camat Grabagan ini mengatakan bahwa banyaknya tahapan yang harus dilakukan. Mulai pemindai kornea mata dan sidik jari. “Di lokasi pelayanan langsung diambil data base masyarakat dan sidik jari. Setelah itu data dikirim ke pusat dan sekitar 2 minggu KTP nya langsung dibagikan kepada warga. Saat penyerahan itu KTP jenis lama langsung ditarik,” jelasnya - Kepala Bidang Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Tuban, Djoko Ludiono

Minggu, 08 Juli 2012

Aksi Penjambretan Mulai Marak Di Tuban Kota

Terjadi Penjambretan TKP Mondok'an Tuban Pelaku Menggunakan Motor Suzuki Spin Hitam Nopol S'3374'EI Helm Merah, Tersangka Berbadan Kurus Tinggi. Tanggal: 8 Juli 2012 Jam 19.10 Wib. Korban Jatuh Tersungkur Akibat Tasnya ditarik Pelaku. Saat ini Korban Menjalani Perawatan di Rumah Sakit NU Mondok'an Tuban. Dan Seorang Saksi sempat Mengikuti Tersangka dan mencatat Nopol Motor Tersangka, diteruskan Laporan ke Mapolres Tuban. Saat ini Kondisi Kota Tuban diguyur Hujan Lumayan Deras. Jajaran Kepolisian langsung Berjaga mengantisipasi kalau ada Tersangka Lewat di Simpul-simpul Ruas Jalan Raya Tuban. Bagi Sobat Semua yang Kebetulan Tahu Identitas Tersangka, Dimohon Agar Melaporkan ke Kepolisian Setempat.

Lomba Lukis dan Mewarnai PT. Semen Gresik Diikuti 5000 Peserta

Tuban – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 55, yang akan jatuh pada tanggal 7 Agustus 2012, PT Semen Gresik (SG) pecahkan Rekor Musium Rekor Indonesia (MURI), dengan kategori mewarnai dan melukis di atas miniatur zak semen terbanyak di Indonesia, yang diikuti 5000 peserta, Minggu (08/07/2012). Pemecahan rekor MURI tersebut diikuti oleh anak-anak TK, SD, SMP dari berbagai daerah, seperti Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan Tuban, yang dilaksanakan pada dua tempat, yaitu wisma A. Yani Jl. Veteran Gresik dan di lapangan Tenis Perumahan Dinas Semen Gresik Bogorejo Tuban yang dibuka langsung oleh Dirut PT SG, Dwi Soetjipta. Serentetan kegiatan yang digelar PT SG dengan tema “Festival Siwalan” tersebut dimulai pada pukul 6 pagi dengan diawali senam kolaborasi yang diikuti 2500 orang, yang terdiri dari senam refleksi, SABI (Senam Indonesia Bergerak), senam kreasi SG09. SJS5, aerobik, dan line dance. Dalam waktu yang sama, juga dibuka Pekan Olahraga (POR) Semen Gresik yang diikuti oleh 14 cabang olah raga, diantaranya tenis lapangan, tenis meja, basket, volley, kempo, karate, sepak bola, bulu tangkis, catur, bridge, wall climbing, SKJ, porpi, dan line dance. Kegiatan yang mengambil tema Festival Siwalan tersebut juga menyelenggarakan lomba memasak dengan bahan dasar buah siwalan yang diikuti 26 tim. Dari 26 tim itu, akan berlomba membuat kreasi yang unik dengan bahan dasar buah Siwalan sesuai dengan kepiawaian masing-masing peserta. Tidak hanya itu, pada hari yang sama juga dibuka ESGE Expo yang akan berlangsung pada tanggal 8 – 14 Juli 2012 yang diikuti oleh 49 stand dari wilayah Gresik, Batu, Sidoarjo, dan Tuban. 26 Anak Usaha dan UKM Mitra Binaan SG, dan 75 peserta lainnya, serta ratusan stand juga turut memeriahkan Expo yang digelar di Wisma A. Yani Gresik tersebut. Penampilan performance house cat freestyle, tari kolosal, band, dan tim paduan suara juga akan menjadi hiburan dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Pada malam harinya bertempat di lapangan Mini Segunting, pengunjung juga akan dihibur oleh group band seperti OPC, Develop, Band top 40, Campur sari, PPC Dunanto band, band Guest House dan Avera. Dwi Soejtipta menyatakan, kegiatan tahunan seperti ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Hal ini merupakan sebuah bentuk tanggungjawab sosial PT SG terhadap masyarakat sekitar. “Serentetan kegiatan yang digelar PT. SG dalam rangka menyambut HUT SG malalui dana Corporate Sosial Response (CSR), telah terbukti membawa banyak manfaat bagi semua pihak,” terang Dwi Soetjipta.

Latihan Berujung Nahas Itu Sempat Jadi Perhatian Warga

Latihan Berujung Nahas Itu Sempat Jadi Perhatian Warga Situbondo - Awalnya hanya skenario latihan melakukan pertolongan terhadap kapal selam. Namun dua personil KRI gugur dalam latihan itu, di Pantai Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (07/07/2012). Dua prajurit yang gugur itu adalah Mayor laut Eko Idang Prabowo Liting dan Kolonel Laut Jeffri. Keduanya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan diskompresi di dalam laut. Kapal tersebut datang ke perairan Situbondo, Kamis (05/07/2012) lalu. Kapal perang tersebut membetot perhatian pengunjung pantai wisata itu. Mereka mengambil foto kapal selam dari dekat dengan menumpang perahu layar. Ada pula kapal tunda Lawu dan Ponton Lumba-Lumba milik Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim. KRI Cakra 401 ini dikomandani Letkol Laut (P) Indra Agus Wijaya, dan memiliki awak 50 orang. KRI ini melakukan beberapa serial latihan bersama unsur kapal atas air, KRI Diponegoro-365 dan KRI Pulau Rupat-712, serta dua unsur udara yaitu PesudCassa U-617 dan Helikopter jenis Bolcow NV-411 dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda Surabaya. Skenario latihan di Situbondo, KRI selam Cakra mengalami gangguan mesin di dasar laut. Penyelamatan dilakukan. Namun, tidak terduga, kecelakaan benar-benar terjadi. Tim SAR segera melakukan penyelamatan terhadap dua kru yang mengalami diskompresi. Mereka berhasil dievakuasi di atas Ponton Lumba-Lumba. Kondisi mereka kritis dan dilarikan dengan helikopter ke RS Angkatan Laut dr. Ramlan Surabaya. Namun takdir berkata lain. Latihan SAR pun dihentikan. Ini latihan SAR selam pertama yang melibatkan kapal selam Cakra dalam kurun waktu 32 tahun. Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan operasi melaksanakan pencarian dan penyelamatan kapal selam.