Kamis, 13 September 2012

WASPADALAH ATAS ULAH KUSPRIANTO, Dia Penipu di Dunia Maya

SUGAR FM DALAM BERITA

Laporan Penipuan.

INI FOTO ORANG YANG MENIPU SAYA
WASPADA ATAS KUSPRIANTO dia penipu di dunia maya
dia berasal dari bojonegoro
dengan nomer Tlp. 085232866888 dan 081553373987
SAYA lilik setyowati atao (kanzaki mey’rin fb)
melapor bahwa kusprianto yang dengan nama Fb
 http://www.facebook.com/photo.php?fbid=107576089317029&set=a.103976989676939.7380.100001939156917&type=3&theater
http://www.facebook.com/yogi.jonegoro
http://www.facebook.com/Fx.Jonegoro
http://www.facebook.com/events/351032084981558/
http://www.facebook.com/kusprianto.050978
dia adalah penipu,
mereka berkedok menjual
Liberty Reserve TApi teryata setelah uang saya kirim ke mereka,acunt dolar itu tidak di kirim kembali ke saya ,
saya kecewa,, tolong bantuan nya kepada pihak yang berwajib mengurus tuntas kasus ini.
saya tidak mau ada korban lain di bojonegoro yang tertipu oleh kusprianto,
ini saya lampirkn bukti bahwa uang kiriman dari saya udah masuk ke rekening kusprianto,
saya dari hongkong,
saya kimimlewat jasa pengiriman surya jaya express
saya kenal kusprianto lewat fb juga,
setelah uang terkirim , saya di blokir dr fb nya,
dan nomer tlp mereka juga saya hubungi tdk di anggakt,
saya sedih :( uang saya hilang
mohon bantuan nya , karena saya ada di hongkong, gak bisa berbuat apa2,,



BUKTI DARI SURYA JAYA EXPRESS

Rabu, 12 September 2012

Banyak Bayi Terlahir Tidak Normal di RSUD dr.R.Koesma Tuban. Kenapa?

SUGAR FM DALAM BERITA

Ribuan Bayi di Tuban Kurang Asupan Gizi.

kotatuban.com/lukmanul haqim
Tuban, kotatuban.com – Akibat kurangnya asupan gizi, sejak awal tahun 2012, ini sebanyak 1.854 bayi, 1.034 orang diantaranya lahir dengan kondisi tak normal. Kondisi ini disebabkan kurangnya perhatian para ibu dan lingkugan saat bayi masih dalam kandungan. Selain faktor tersebut,  ketidaksiapan ibu juga menjadi penyebab utama bayi meninggal saat dilahirkan. Tercatat sejak Januari tahun ini sebanyak 100 bayi meninggal saat dilahirkan.
Kepala Ruang Perawatan Bayi dan Ibu Hamil RSUD Dr. R. Koesma Tuban, dr. Tony Widiyanto, menyatakan kelahiran bayi tidak normal sangat sering terjadi. Penyebab utrama kelahiran tak normal tersebut adalah kurangnya asupan gizi serta kesiapan para calon ibu pada saat kehamilan.
”Seharusnya saat hamil para calon ibu menjaga asupan gizi dan pola makannya. Namun, kebanyakan para ibu mengabaikanya. Sementara dukungan dari lingkungan, orang terdekat juga minim sehingga asupan gizi tidak terjaga. Inilah yang menyebabkan bayi lahir tidak normal, seperti bayi lahir dengan bobot sangat ringan atau kurus bahkan lahir cacat,” ungkap Tony, Selasa (11/9) .
Menurut Tony, deteksi sejak dini terhadap kelainan sangat penting. Dengan rutin memeriksakan kehamilan mulai trimester pertama hingga melahirkan akan meminimalkan kelahiran tak normal terhadap bayi. Idealnya pemeriksaan dilakukan minimal empat kali, dengan begitu dapat diukur perkembangan janin dalam kandungan
”Jadi intinya saat hamil para calon ibu harus rutin periksa. Tujuanya untuk menjaga kondisi janin dan ibu sendiri, minimal empat kali selama kehamilan,” kata Tony.
Dikatakan Tony, sebenarnya berbagai upaya penyuluhan sudah dilakukan oleh pemerintah melalui dinas kesehatan. Namun, kurangnya kesadaran masyarakat terutama ibu hamil membuat upaya ini tidak berjalan lancar.
Pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang ada pun hanya untuk anak-anak dan bayi. Padahal melalui Posyandu ini ibu hamil juga bisa melakukan konsultasi kesehatan.
“Jangan dikira Posyandu itu hanya untuk bayi saja. Di sana sebenarnya juga bisa sebagai sarana konsultasi para ibu hamil dan itu sudah diprogramkan oleh pemerintah,” tukas Tony. (kim)

Karjani Tenggelam di Bengawan, Ngadirejo Rengel.

SUGAR FM DALAM BERITA

Terpeleset, Kakek Tenggelam Di Bengawan.

Penulis: Hanafi
RENGEL

Ilustrasi
seputartuban.com – Karjani (80) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Bengawan. Kejadian ditemukannya jasad korban saat saksi mata bernama suhud (33) warga setempat mencari korban yang sebelumnya berpamitan mandi di sungai pada Sabtu (08/09/2012) siang.
Setelah beberapa jam kakek 3 anak itu tidak kunjung pulang, kemudian saksi yang juga keponakan korban mencari pamannya di sungai. Namun setelah pencarian berjam-jam juga masih tidak ditemukan, sampai akhirnya tetangga sekitar juga ikut mencari.
Pencarian berlanjut hingga malam hari, dan baru keesokan harinya, Minggu (09/09/2012). Jasad korban baru ditemukan sekitar 300 meter dari tempat pemandian semula. Korban ditemukan terapung, dengan tidak memakai sehelai kain yang menutupi badannya.
Mendapat informasi kejadian ini dari keluarga, personil Polsek Rengel kemudian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari pemeriksaan dan visum, petugas tidak mendapati adanya bekas penganiayaan pada jasad korban. Dan dari kesaksian keluarga korban, diduga korban terpeleset dan tenggelam.
Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Noersento saat dikonfirmasi seputartuban.com Senin (10/09/2012) menjelaskan bahwa korban baru ditemukan setelah terlihat mengapung di tepi sungai. “Setelah divisum korban diserahkan pihak keluarga, diduga korban karena terpeleset, ” ungkapnya.

Saiful Hadi, Ka. Dinkes Tuban VS Ikan Asin Berformalin.

SUGAR FM DALAM BERITA

Meski Mengetahui Ikan Asin Berformalin, Dinkes Hanya Sosialisasi Saja.

Penulis : Hanafi
TUBAN
Foto : Ikan asin berformalin yang diamankan jajaran Polres Tuban sebagai barang bukti.
Seputartuban.com - Keberadaan ikan asin berformalin yang beberapa hari lalu diungkap jajaran Polres Tuban nampaknya sebelumnya sudah diketahui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban. Namun karena bukan wewenangnya melakukan tindakan, maka hanya melakukan sosialisasi saja.
Kepala Dinkes Kabupaten Tuban, Saiful Hadi, saat dikonfirmasi seputartuban.com, Kamis (06/09/2012) mengatakan bahwa pihaknya hanya memiliki tugas melakukan sosialisasi. Sedangkan hal-hal lain tentang produksi hingga peredaran ikan asin olahan ini diluar kewenanganya.
Soal pengakuan tersangka bahwa tidak tahu bahaya formalin, Saiful membantahnya. Karena pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi soal bahaya bahan pengawet ini jika digunakan diluar ketentuan.
“saya hanya memberikan sosialisai, sedangkan untuk penangkapan sudah ada polisi. Untuk penjualan sudah ada dinas sendiri, dan ikan formalin itu urusan Balai POM, semua ada bagiannya sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Disoal terkait wewenang penertiban pedagang yang nakal dengan menjual hasil olahan yang dicampur formalin, dia menjelaskan bahwa, yang berhak menertibkan dan mengecek adalah Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban. Dan untuk mengetahui jenis makanan yang berformalin adalah tugas Balai Pengawas  Obat dan Makanan (POM).
Sementara disinggung bahaya formalin jika dikonsumsi berlebihan, Saiful Hadi menjelaskan jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka pendek konsumen akan mengalami mual, sakit perut dan iritasi lambung. Sedangkan jangka panjangnya akan berpotensi menderita kangker.
“Bila formalin dikonsumsi berkelanjutan akan mengakibatkan iritasi lambung, seperti mual, luka lambung, bila terus menerus dalam jangka panjang menyebabkan potensi kanker karena timbulnya flek, karena lendir ususnya bercampur formalin itu” jelasnya.
Diketahui, 3 Warga Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Rabu (05/09/2012) ditangkap polisi berikut barang bukti 4 ton ikan asin berformalin. Mereka tertangkap tangan mengolah ikan asin berformalin bahkan juga ikan busuk. Hasil olahanya selain dikirim keluar kota, juga untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Kabupaten Tuban.
Dan ironisnya praktek ini sudah berjalan selama 2 tahun, dan selama itu pula masyarakat menjadi korbanya. Apalagi dengan jumlah pengolah ikan asin berbahaya ini diduga mencapai puluhan pengrajin. Mereka selama bertahun-tahun tetap saja melangsungkan pekerjaanya dengan aman. Dan baru terungkap setelah jajaran Polres Tuban melakukan penggrebekan dilokasi pengolahan ikan asin berformalin ini.

Tuban Memiliki Akademi Komunitas, Program dari Kementrian Pendidikan Republik Indonesia.

SUGAR FM DALAM BERITA

Akademi Komunitas Resmi Buka, Sementara Waktu Masih Numpang.

Penulis : Hanafi
TUBAN
Foto : Kepala Disdikpora Kab. Tuban, Sutrisno.
Seputartuban.com– Mungkin masyarakat luas belum mengetahui ada program dari Kementrian Pendidikan Republik Indonesia bahwa disejumlah daerah didirkan Akademi Komunitas. Akademi negeri ini dibawah sudah beroperasi mulai tahun ini. Termasuk di Kabupaten Tuban sudah 34 Mahasiswa terdaftar dan memulai melakukan aktifitas akademik.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, Sutrisno, saat dikonfirmasi seputartuban.com selasa (11/09/2012) menjelaskan AK bertujuan memberi kemudahan masyarakat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).  Serta sebagai upaya mengangkat potensi calon mahasiswa yang berprestasi didaerah.
Saat ini sebanyak 34 Mahasiswa yang sudah masuk dalam program ini. Dan sudah menjalankan aktifitas akademiknya dengan sementara waktu masih memakai fasilitas gedung milik Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Tuban.
Dan program pendirian AK ini masih dianggarkan oleh Kemendiknas sebesar Rp. 2 Milyar untuk membangun fasilitasnya. “Dana belum turun, sementara masih menggunakan gedung SMK N 1 Tuban. Dan sudah berjalan di Tahun Ajaran (TA) ini,” ungkapnya.
Sementara itu, saat ini AK Tuban sudah membuka proses pendidikan jurusan pendidikan vokasi atau ketrampilan setingkat diploma I (D-I) ataupun Diploma II (D-II).  Dan memiliki program studi Otomotif/ Elektro, Agro, Teknologi Informasi dan Perhotelan. “Sudah ada 34 mahasiswa yang masuk, semuanya jurusan informatika, untuk elektro belum ada yang masuk,” jelas Kepala Disdikpora ini.
Diketahui,  Program ini bertujuan tujuan mempermudah bagi calon mahasiswa yang kurang mampu dan ingin melanjutkan ke bangku kuliah di Universitas Negeri.  Karena kebanyakan berada di kota- kota besar dan masih terkendala jarak. Adapun sasaran dibuatnya pendirian AK adalah meningkatkan kwalitas ketenagakerjaan, dan memperbesar akses masyarakat yang melanjutkan pendidikanya ke Perguruan Tinggi (PT).
 Lahan 2 Hektar Untuk AK, Lurah Belum Tahu Lokasinya.

Penulis : Hanafi
TUBAN
seputartuban.com – Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan gedung Akademi Komunitas (AK) yang ada di Kabupaten Tuban sudah mempunyai lahan tanah, namun hasil penelusuran seputartuban.com, Kamis (13/09/2012) dengan sumber berbeda menunjukkan fakta lain.
Seperti yang disampaikan Kepala Kelurahan Mondokan, Amin Purnawan, saat dikonfirmasi seputartuban.com dikantornya, menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan surat dari Pemkab Tuban. Yakni terkait rencana pembangunan gedung AK, yang akan ditempatkan di salah satu Eks Tanah Desa.
Pasalnya, sejak adanya perubahan Desa menjadi Kelurahan mondokan, semua tanah desa sudah berubah menjadi tanah milik Pemkab Tuban. “Sejak berubah menjadi kelurahan pada tahun 1984 dulu, semua tanah desa sudah menjadi milik Pemkab tuban. Jadi semua terserah Pemkab saja, kemarin juga sudah dapat surat pertemuan untuk membahas ini, tapi gak jadi, ” ungkapnya.
Diketahui bahwa, Kelurahan mondokan mempunyai 30 Ha tanah yang sudah dimiliki Pemkab, namun sebagian sudah di banguni fasilitas pemerintahan. “Rencana yang saya dengar lahan seluas 2 Ha yang akan digunakan gedung itu. Namun ini masih wacana saja belum pasti, tempatnya juga belum jelas, apa di selatan Jl. Letda Sucipto, apa di samping SMA 4 itu, ” imbuhnya.

Selasa, 11 September 2012

Satlantas Polres Tuban Gelar Lomba Di Alun-alun Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITA

HUT Polantas Dimeriahkan Berbagai Lomba.

TUBAN (jurnalberita.com) – Memperingati HUT Ke-57 Polisi Lalu Lintas ke-57, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban dirayakan dengan menggelar kegiatan bersama masyarakat di Alun-alun Kabupaten Tuban, Sabtu (8/9/12).

Lomba tarik tambang menjadi salah satu lomba yang digelar untuk memeriahkan HUT Polantas ke-57.
Berbagai kegiatan dan lomba digelar diantaranya lomba tarik tambang, Sandal grapyak, tongklek, dan beberapa kegiatan lainnya yang berhubungan dengan tata tertib lalu lintas.
Selain melibatkan masyarakat umum, kegiatan dan lomba juga turut dimeriahkan dengan keikutsertaan anggota  TNI, Sat Pol PP, Brimob, Dinas Perhubungan, RS NU dan RS dr. R.Koesma Tuban.
Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Sugeng Sutrisna menyatakan, kegiatan perayaan HUT Polantas bertujuan untuk merekatkan hubungan antara polisi dengan masyarakat, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
“Semoga dengan kegiatan ini, polisi dengan masyarakat bisa menjadi patner dalam menjaga ketertiban lalu lintas,” terang AKP Sugeng Sutrisna.

Sabtu, 08 September 2012

Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si, Akan Diberhentikan dari Jabatan Ketua Umum Golkar Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITA

Haeny Terancam Di-Plt-kan.

7-9 dpd partai golkar tuban
TUBAN, sosialnews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (P-Golkar) Kabupaten Tuban mulai menunjukkan gejala bakal munculnya “sedikit” gejolak. Sumber terpercaya di jajaran pengurus DPD partai peninggalan Orde Baru ini menyebutkan, sejumlah Pimpinan Kecamatan (Pimcat) sudah bersepakat untuk mengusulkan Ketua Umum DPD P-Golkar Kabupaten Tuban, Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si, di-Plt-kan, alias diberhentikan. Alasannya, sejak suaminya, H. Ali Hasan, berpulang ke Rahmatullah pasca kekalahan Haeny Relawati pada Pemilukada Bupati 2011 lalu, mantan Bupati Tuban dua periode tersebut tidak lagi aktif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pimpinan Partai.
“Sudah ada lima Pimcat yang menandatangani Surat Usulan Pemberhentian Bu Haeny. Berikutnya akan segera menyusul Pimcat-pimcat yang lain,” sebut sumber yang enggan dipublikasikan identitasnya itu. Sumber tersebut juga enggan menyebut Pimcat mana saja yang sudah menanda-tangani surat usulan itu. Masih rahasia, dalihnya.
Sumber tersebut juga mengklaim usulan tersebut telah mendapat respon positif dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, lantaran realitanya Haeny Relawati memang sudah tak memiliki waktu banyak untuk mengurus parpol. Saat ini mantan istri mendiang pengusaha ternama di Tuban itu lebih fokus mengurus keluarga.
Issue yang beredar, Kristiawan yang saat ini masih duduk di kursi Ketua DPRD Tuban yang bakal diajukan sebagai penerus kepemimpinan Haeny Relawati di Parpol berlambang pohon beringin itu, dengan status jabatan sebagai Pejabat Ketua Umum Sementara (Plt), sampai dengan Musyawarah DPD digelar. Kristiawan menurut beberapa sumber di DPD dan Pimcat, dipandang satu-satunya sosok yang paling pantas mengemban amanah memimpin P-Gokar DPD Kabupaten Tuban.
“Beliau sudah punya pengalaman politik lumayan bagus, terbukti sampai sekarang masih menjabat Ketua DPRD. Beliau juga yang maju sebagai Wakil Partai Golkar dalam Pemilukada kemarin. Jadi sudah pas kalau beliau yang meneruskan kebijakan-kebijakan Bu Haeny untuk Golkar,” kata sumber tersebut.
Namun Kristiawan sendiri mengaku belum tahu masalah tersebut saat dihubungi sosialnews.com, Jum’at (7/9). Menurutnya, Pimcat memang memiliki hak untuk mengajukan usulan penggantian pimpinan DPD, tetapi hal itu tetap menunggu keputusan masyawarah Pimpinan DPD. Ia berharap pengurus maupun kader Golkar tidak terburu-buru mengambil sikap, sebab dikhawatirkan membuahkan hasil yang kurang baik bagi kelangsungan Partai.
Disinggung kesiapannya meneruskan kepemimpinan Haeny Relawati, Kristiawan mengatakan, sebagai seorang kader, dirinya memang harus selalu siap menerima tugas dan tanggung jawab apapun untuk membesarkan partai. “Kader Golkar tidak boleh menolak tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan padanya,” jawab alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar ini.
Beberapa pengurus DPD dan Pimcat juga mengaku belum mengetahui persis masalah rencana penghentian Haeny Relawati dari jabatan Ketua Umum DPD. M. Musa, S.Ag, Ketua Pimpinan Kecamatan Semanding mengatakan, desas-desus itu memang sudah lama berhembus di kalangan pengurus DPD, Pimcat dan kader-kader Partai Golkar. Tetapi menurutnya, lebih baik masalah tersebut dibicarakan terlebih dahulu dalam Musyawarah Pimpinan DPD. “Saya harap ya nggak ada yang berjalan sendiri-sendiri, karena itu akan menimbulkan preseden buruk bagi Partai Golkar ke depan,” kata M. Musa.
Gejolak di tubuh partai pohon beringin ini nampaknya tidak sebatas upaya peralihan jabatan Ketua Umum DPD, tetapi juga merambah ke seluruh jabatan pengurus struktural lainnya. M. Musa yang kini duduk di Komisi C DPRD Tuban mengakui adanya issue yang berkembang bahwa ada sebagian kecil kader Partai Golkar yang menghendaki perombakan total struktur kepengurusan DPD. Sepengetahuan M. Musa, issue itu beralasan demi kepentingan peremajaan dan penyehatan DPD Kabupaten Tuban. ” Menurut pihak itu, Partai Golkar tidak memiliki kekuatan karena dikuasi kader-kader tua. Makanya perlu diremajakan,” kata M.Musa. (Bekti Sudra Atmaja)

Kamis, 06 September 2012

Eko Purbo Setyio Mencuri Glinding Ball Milik Semen Gresik.

SUGAR FM DALAM BERITA
Ketahuan Mencuri, Operator Eskavator Dibekuk Polisi.

Penulis: Hanafi
KEREK
seputartuban.com – Eko Purbo Setyio (24) warga Desa Sambung, Kecamatan Sambung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kedapatan mencuri di gudang peralatan milik PT. Semen Gresik, rabu (05/09/2012), 13.00 WIB.
Operator alat berat jenis eskavator itu telah kepergok mencuri di dalam gudang penyimpanan alat berat oleh satpam perusahaan BUMN tersebut. Kejadian itu berlangsung pada saat jam istirahat, merasa tidak ada yang mengawasi, terduga pelaku yang sebelumnya sudah mengetahui seluk beluk gudang, melancarkan aksinya.
Dalam aksi nekatnya terduga pelaku berhasil menggasak Glinding Ball yang biasanya digunakan untuk alat berat tersebut. Namun ketika hendak membawa barang curiannya, diketahui oleh penjaga gudang yang curiga akan gerak-gerik terduga pelaku. Setelah diperiksa, terduga pelaku terbukti mencuri 50 Kg Glindin Ball yang dimasukkan dalam karung warna putih.
Kapolsek Kerek, AKP Elis Suendahyani saat dikonfirmasi seputartuban.com menjelaskan bahwa setelah terduga pelaku tertangkap baru diserahkan ke Mapolsek Kerek bersama barang buktinya. “Terduga pelaku masih dalam tindak penyelidikan, sekarang masih diamankan di Polsek,” ungkapnya.
Cari Uang Tambahan, Kernet Truk Curi Glinding.

Ilustrasi.

Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Butuh uang tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Eko Purbo Setyo (24) seorang pemuda yang menjadi kernet truk, asal Kabupaten Blora, Jateng melakukan pencurian di gudang milik PT Semen Gresik yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Rabu  (05/09/2012).

Penangkapan terhadap pelaku pencurian yang beraksi di gudang PT Semen Gresik tersebut berawal saat pelaku yang merupakan kernet truk akan keluar dari gudang dengan menunggunakan truk yang telat dalam keadaan bermuatan.

Saat akan keluar dari timbangan pabrik, petugas keamanan melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang dibawa oleh truk yang akan keluar dari gudang. Ternyata, pelaku kedapatan membawa satu buah Glinding Bol Aval yang memilki berat 50 kilogram.

Barang tersebut diambil oleh pelaku dari gudang milik pabrik. Untuk mengelabuhi petugas keamanan, pelaku membungkus dengan menggunakan sak berwarna putih.

"Pelaku menyembunyikan barang tersebut di dalam truk dengan ditutupi terpal, dan saat diperiksa petugas, terbukti membawa barang tersebut langsung dilakukan penangkapan," terang Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Noersento.

Setelah tertangkap oleh satpam, pelaku yang merupakan kernet truk tersebut langsung diserahkan kepada pihak kepolisian Polsek setempat. Petugas juga menyerahkan barang bukti berupa Glinding Bol Aval.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut, petugas juga masih memeriksa sejumlah saksi termasuk dari petugas satpam yang menangkap pelaku pencurian itu," pungkasnya. [mut/ but]

Pick Up S 9289 HA, Muatan Jerami Terbakar Dilempar Puntung Rokok.

SUGAR FM DALAM BERITA
Muat Jerami, Pickup Terbakar.
 

Reporter : Tulus Adarrma

Bojonegoro (beritajatim.com) -- Truk Pikup bernomor Polisi S 9289 HA yang bermuatan jerami hangus terbakar. Api yang membakar jerami itu diduga karena dilempari puntung rokok oleh orang yang tidak dikenal, Selasa (4/9/2012) Siang.

"Diduga kebakaran itu karena dilempar puntung rokok oleh orang yang tidak dikenal saat berpapasan tadi," kata Supangat, pemilik jearami dikonfirmasi beritajatim.com

Sebab, kata Supangat, saat dirinya melaju di kawasan Jalan Desa Kalirejo Kecamatan Kapas, Bojonegoro melihat kenek truk yang berpapasan dengan mobilnya sedang melempar sesuatu kearah truk yang dikemudikannya. "Iya, tadi melihat kenek truk seperti melempar sesuatu," ungkapnya

Akibat kebakaran itu seluruh jerami yang dimuat ludes terbakar. Beruntung dalam peristiwa tersebut mobil truk tidak ikut terbakar, karena sopir truk, kenek dan warga yang mengetahui kejadian tersebut dengan cepat menurunkan muatanya.

Jerami yang diambil dari Desa Semanding Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro itu rencananya akan dikirim ke daerah Desa/Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Namun setelah sampai di Desa Kalirejo jerami tersebut ludes terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini sopir truk tersebut masih dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Kota Bojonegoro untuk dimintai keterangan lebih lanjut. [uuk/ted]

Rabu, 05 September 2012

Imbas Kemarau Panjang Di Tuban Acam Petani.

SUGAR FM DALAM BERITA
Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Alami Puso. Reporter : M Muthohar.

Tuban (beritajatim.com) - Musim kemarau beberapa bulan terakhir, membuat tanaman padi dan palawija di Kabupaten Tuban mengalami kekeringan. Akibatnya, ratusan hektar tanaman padi di berbagai wilayah mengalami puso dan terancam gagal panen.

Sedikitnya ada seluas 214 hektar tanaman padi di 4 kecamatan, Kabupaten Tuban mengalami kekeringan lantaran banyaknya sungai maupun waduk untuk pengairan sudah mengering.

Selain tanaman padi, dampak dari kekeringan tersebut juga mengakibatkan ratusan hektar tanaman jagung dan kacang di berbagai kecamatan juga mengalami gagal panen. Dari data yang ada, luasan tanaman jagung yang gagal panen mencapai 389 hektar dan untuk kacang tanah luasnya mencapai lebih dari 325 hektar.

"Untuk kerugian material yang dialami oleh petani akibat dari gagal panen ini total jumlahnya mencapai sekitar Rp 3,6 miliar," terang Sudarmudji, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Selasa (04/09/2012).

Dari sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan dan gagal panen adalah Kecamatan Singgahan, Bancar, Jatirogo dan Semanding. Untuk wilayah Kecamatan Semanding, yang paling banyak mengalami gagal panen adalah tanaman kacang tanah dan jagung.

"Pusonya tanaman palawija dan padi di wilayah Tuban telah kita laporkan ke Dinas Pertanian Provinsi di Surabaya untuk selanjutnya diteruskan pada Kementerian Pertanian di Jakarta. Kita berharap agar Pemerintah Pusat memberikan perhatian pada petani di wilayah kami dengan memberikan ganti rugi tanaman yang
mengalami gagal panen," pungkasnya. [mut/kun]