SUGAR FM DALAM BERITA
Haeny Terancam Di-Plt-kan.
TUBAN, sosialnews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan
Karya (P-Golkar) Kabupaten Tuban mulai menunjukkan gejala bakal
munculnya “sedikit” gejolak. Sumber terpercaya di jajaran pengurus DPD
partai peninggalan Orde Baru ini menyebutkan, sejumlah Pimpinan
Kecamatan (Pimcat) sudah bersepakat untuk mengusulkan Ketua Umum DPD
P-Golkar Kabupaten Tuban, Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si,
di-Plt-kan, alias diberhentikan. Alasannya, sejak suaminya, H. Ali
Hasan, berpulang ke Rahmatullah pasca kekalahan Haeny Relawati pada
Pemilukada Bupati 2011 lalu, mantan Bupati Tuban dua periode tersebut
tidak lagi aktif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai
Pimpinan Partai.
“Sudah ada lima Pimcat yang menandatangani Surat Usulan Pemberhentian
Bu Haeny. Berikutnya akan segera menyusul Pimcat-pimcat yang lain,”
sebut sumber yang enggan dipublikasikan identitasnya itu. Sumber
tersebut juga enggan menyebut Pimcat mana saja yang sudah
menanda-tangani surat usulan itu. Masih rahasia, dalihnya.
Sumber tersebut juga mengklaim usulan tersebut telah mendapat respon
positif dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Jawa Timur,
lantaran realitanya Haeny Relawati memang sudah tak memiliki waktu
banyak untuk mengurus parpol. Saat ini mantan istri mendiang pengusaha
ternama di Tuban itu lebih fokus mengurus keluarga.
Issue yang beredar, Kristiawan yang saat ini masih duduk di kursi
Ketua DPRD Tuban yang bakal diajukan sebagai penerus kepemimpinan Haeny
Relawati di Parpol berlambang pohon beringin itu, dengan status jabatan
sebagai Pejabat Ketua Umum Sementara (Plt), sampai dengan Musyawarah DPD
digelar. Kristiawan menurut beberapa sumber di DPD dan Pimcat,
dipandang satu-satunya sosok yang paling pantas mengemban amanah
memimpin P-Gokar DPD Kabupaten Tuban.
“Beliau sudah punya pengalaman politik lumayan bagus, terbukti sampai
sekarang masih menjabat Ketua DPRD. Beliau juga yang maju sebagai Wakil
Partai Golkar dalam Pemilukada kemarin. Jadi sudah pas kalau beliau
yang meneruskan kebijakan-kebijakan Bu Haeny untuk Golkar,” kata sumber
tersebut.
Namun Kristiawan sendiri mengaku belum tahu masalah tersebut saat
dihubungi sosialnews.com, Jum’at (7/9). Menurutnya, Pimcat memang
memiliki hak untuk mengajukan usulan penggantian pimpinan DPD, tetapi
hal itu tetap menunggu keputusan masyawarah Pimpinan DPD. Ia berharap
pengurus maupun kader Golkar tidak terburu-buru mengambil sikap, sebab
dikhawatirkan membuahkan hasil yang kurang baik bagi kelangsungan
Partai.
Disinggung kesiapannya meneruskan kepemimpinan Haeny Relawati,
Kristiawan mengatakan, sebagai seorang kader, dirinya memang harus
selalu siap menerima tugas dan tanggung jawab apapun untuk membesarkan
partai. “Kader Golkar tidak boleh menolak tugas dan tanggung jawab yang
dipercayakan padanya,” jawab alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Cabang Denpasar ini.
Beberapa pengurus DPD dan Pimcat juga mengaku belum mengetahui persis
masalah rencana penghentian Haeny Relawati dari jabatan Ketua Umum DPD.
M. Musa, S.Ag, Ketua Pimpinan Kecamatan Semanding mengatakan,
desas-desus itu memang sudah lama berhembus di kalangan pengurus DPD,
Pimcat dan kader-kader Partai Golkar. Tetapi menurutnya, lebih baik
masalah tersebut dibicarakan terlebih dahulu dalam Musyawarah Pimpinan
DPD. “Saya harap ya nggak ada yang berjalan sendiri-sendiri, karena itu
akan menimbulkan preseden buruk bagi Partai Golkar ke depan,” kata M.
Musa.
Gejolak di tubuh partai pohon beringin ini nampaknya tidak sebatas
upaya peralihan jabatan Ketua Umum DPD, tetapi juga merambah ke seluruh
jabatan pengurus struktural lainnya. M. Musa yang kini duduk di Komisi C
DPRD Tuban mengakui adanya issue yang berkembang bahwa ada sebagian
kecil kader Partai Golkar yang menghendaki perombakan total struktur
kepengurusan DPD. Sepengetahuan M. Musa, issue itu beralasan demi
kepentingan peremajaan dan penyehatan DPD Kabupaten Tuban. ” Menurut
pihak itu, Partai Golkar tidak memiliki kekuatan karena dikuasi
kader-kader tua. Makanya perlu diremajakan,” kata M.Musa. (Bekti Sudra
Atmaja)