Selasa, 24 Juli 2012

Jalur Pantura Tuban Bergelombang dan Berlubang

SUGAR FM DALAM BERITA
Awas, Banyak Jalan Berlubang di Jalur Pantura Tuban.
 
Tuban  - Meski sudah memasuki bulan Ramadhan dan sebentar lagi akan memasuki arus mudik lebaran, sejumlah ruas jalan di jalur Pantura Kabupaten Tuban masih banyak yang mengalami kerusakan parah seperti berlubang dan bergelombang, namun hingga saat ini belum ada upaya perbaikan di jalur Nasional tersebut, Senin (23/07/2012).

Kerusakan parah di jalan raya jalur Pantura tersebut terjadi mulai dari kawasan jalan raya Tuban-Semarang, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dan sampai di Kecamatan Bancar, yang merupakan perbatasan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, rata-rata kondisi jalanya sudah bergelombang.

Selain bergelombang di sejumlah titik kondisi jalan berlubang yang sangat membahayakan bagi para pengguna jalan apalagi bagi pengendara sepeda motor, jalan yang berlubang tersebut memiliki kedalaman hingga lebih dari 30 centimeter sehingga para pengemudi harus berhati-hati.

"Kadang truk dan mobil pribadi saja harus menghindari  jalan yang berlubang di jalan Pantura. Sepanjang jalan dari kawasan Kota Tuban ke Barat sampai di perbatasan Jawa Tengah, banyak sekali yang rusak. Ada yang bergelombang ada juga yang sudah berlubang sejak beberapa minggu belakangan," terang Taufik, salah satu pengguna jalan yang sedang melintas.

Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi para pengguna jalan khususnya pada arus mudik Lebaran 2012 nanti, pasalnya saat arus mudik banyak mobil dari luar daerah yang melintas dan biasanya dengan kecepatan tinggi, sehingga jika tidak hafal dengan kondisi jalan maka akan mengakibatkan kecelakaan.

"Selain berlubang kondisi jalannya juga banyak yang menyempit maka sering sekali terjadi kecelakaan lalu lintas, apa lagi pada arus mudik nanti kendaraan yang melintas akan lebih banyak lagi. Kami hanya berharap supaya cepat dilakukan perbaikan saja," pungkasnya.

Kepala Desa Ngadirejo Widang Gelapkan Dana Kas Desa

SUGAR FM DALAM BERITA
Gelapkan Uang Kas Desa, Kades Dipolisikan Warga.
 
Tuban  - Gara-gara tidak bisa untuk mengembalikan dana kas desa yang diduga telah dipakai untuk kepentingan pribadi, Sulistyowati (45), seorang Kepala Desa, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, akhirnya dilaporkan ke polisi. Laporan dilayangkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta dengan sejumlah warganya.

Sulistyowati sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Polres Tuban beberapa hari yang lalu. Dia diduga telah menggelapkan dana kas desa yang nilainya mencapai Rp 610.301,225,- dan saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Unit I Sat Reskrim Polres Tuban.

Untuk mengawal kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Kepada Desa tersebut, pada Hari Senin (23/07/2012), sedikitnya 17 warga Desa dan juga BPD dari Desa tersebut mendatangi mapolres Tuban. Mereka ingin mengetahui sejauh mana proses penanganan hukum terhadap Kepada Desa tersebut.

"Kabarnya setelah dilaporkan oleh BPD sudah tiga kali dimintai keterangan oleh Polisi, namun setelah kejadian itu, Bu Kades tidak pernah ada di rumah," terang Sutrisno Bendahara Desa saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Desa tersebut menyatakan bahwa warga dan juga BPD sudah mulai curiga dengan penggelapan Dana Kas Desa yang mencapai ratusan juta tersebut sudah sejak lama, pasalnya selama ini tidak ada laporan yang jelas terkait uang tersebut.

Selama menjabat sebagai Kepala Desa, Sulistyowati, pada laporan keuangan sejak tahun 2008 sudah ada kekurangan yakni sebesar Rp. 58.579.940,- tahun 2009 Rp. 126.457.105,- tahun 2010 Rp. 180.890.450,- dan pada LPJ tahun 2011 Rp 492.862.225,- uang tersebut seharusnya untuk dimasukan pada rekening Bank atas nama Desa, akan tetepi permintaan tersebut tak pernah di respon oleh Kades.

Setelah tidak bisa mempertangung jawabkan uang tersebut, Kepada Desa tersebut sudah berjanji dan menandatangani perjanjian untuk mengembalikan uang Kas Desa itu pada akhir Juni 2012, namun hingga batas waktu telah usai Sulistyowati tidak bisa mengembalikan uang ratusan juta tersebut, bahkah saat diundang dalam rapat BPD Kepala Desa tidak mau datang.

"Setelah tidak ada pilihan lain, sesuai kemauan dan kehendak masyarakat akhirnya kami pihak BPD melaporkan hal ini pada aparat Kepolisian Polres Tuban, kita berharap supaya kasus ini untuk diusut tuntas oleh pihak Kepolisian," jelas Tamat, salah satu anggota BPD desa tersebut.

Senin, 23 Juli 2012

Warga Sidomulyo VS Karangsari Bangunkan Sahur Malah Tawuran Di Pertigaan Kingking.

SUGAR FM DALAM BERITA
Saling Ejek Saat Patrol Sahur, Warga Dua Kelurahan Tawuran
Tuban - Diduga akibat saling ejek saat melakuan Patrol Sahur, warga dua Kelurahan yakni warga Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, terlibat tawuran, Senin (23/07/2012) dini hari (02.00Wib).
Informasinya, aksi yang bermula ketika sejumlah pemuda dari Kelurahan Karangsari berpapasan dengan kelompok pemuda lain dari Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Kota Tuban di sekitar jalan Panglima Sudirman, yang tak jauh dari Polsek Kota Tuban saat berpatroli sahur menggunakan musik.
Pada saat itu, kedua kelompok pemuda tersebut saling ejek yang diduga membuat ketersinggungan hingga terjadi adu mulut. Namun, kondisi tersebut berlanjut hingga terjadinya tawuran.
"Tawuran terjadi karena keduanya saling ejek dan tidak terima, namun kita masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dari dua kubu. Kita sangat menyayangkan aksi tawuran itu," terang Kompol Kuwadi, Waka Polres Tuban, setelah terjadinya tawuran tersebut.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam aksi tersebut, namun sejumlah rumah dan fasilitas umum rusak akibat menjadi sasaran lemparan batu. Seperti halnya papan nama Polsek Kota Tuban dan sedikitnya 7 rumah warga rusak akibat terkena lemparan batu.
Untuk membubarkan aksi tersebut, petugas Kepolisian dari Polres Tuban dengan senjata lengkap diterjunkan ke tempat terjadinya tawuran. Kini, petugas masih terus berjaga supaya tidak ada lagi bentrok susulan.
 

Dua Kelompok Warga Bentrok Saat Sahur.



Tuban – Berawal akibat saling ejek, warga Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, bentrok di kawasan jalan Raya Panglima Sudirman, Senin (23/07/2012) dini hari(02.00 Wib).
Bentrokan tersebut dipicu saling ejek saat kedua kelompok massa yang tengah menggelar patroli musik untuk membangunkan sahur, berpapasan di kawasan Jalan Raya Panglima Sudirman. Entah bagaimana awalnya kedua kelompok ini tiba-tiba saling ejek dan berakhir bentrok.
“Awalnya saling ejek, kemudian saling serang dan bentrokan pun terjadi antara dua kubu,” ujar Rokim, 21, warga setempat.
Petugas yang mendapat informasi langsung ke tempat kejadian (TKP). Bentrok yang melibatkan ratusan warga dua kelurahan tersebut, akhirnya berhasil dikendalikan setelah sedikitnya seratus aparat Kepolisian bersenjata lengkap diterjunkan di lokasi dan membubarkan masa.
Akibat bentrokan tersebut, sedikitnya tujuh rumah warga, reklame dan rambu-rambu lalulintas rusak terkena lemparan batu. Seorang yang terlibat bentrok dilaporkan mengalami luka di bagian kepala terkena lemparan batu.
Wakapolres Tuban, Kompol Kuwadi, menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kejadian secara pasti. Sejauh ini belum ada warga dari kedua belah pihak yang diamankan.
 
“Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan ini. Namun, seorang warga dilaporkan terluka akibat terkena lemparan batu. Untuk sementara belum ada yang kita amankan karena masih melakukan pengembangan” jelas Kompol Kuwadi.
Guna mencegah kemungkinan terjadinya bentrokan susulan, sebanyak seratus aparat kepolisian Polres T uban bersenjata lengkap saat ini disiagakan di sekitar lokasi kejadian.
 

Melon Merah Laris Manis Di Bulan Ramadhan

SUGAR FM DALAM BERITA

Melon Sedang Merajai Pasar Buah

TubanMenginjak Bulan Suci Ramadhan, biasanya perdagangan buah semakin meningkat. Begitu pula di Tuban, jauh hari sebelum Bulan Suci tiba, para tengkulak sudah bersiap diri. Hingga di penghujung Awal Ramadhan ini berbagai macam buah telah dijajakan oleh para pedagang.
Di pasar Baru Tuban, rata – rata para pedagang menjual buah dari sumber tengkulak yang sama.  Para pedagang yang ada menawarkan jenis buah yang beragam, seperti Semangka, Jeruk,A nggur, Papaya, Duku, Melon, dsb.
Dari beberapa pengunjung Kios Buah dan Pasar Baru Tuban, wartawan media ini melihat banyak pembeli buah yang tidak pernah melewatkan Melon. Buah Melon menjadi raja buah di awal Mulan Puasa ini. Hal tersebut seperti disampaikan salah satu pedagang di Pasar Baru. Ibu Rumah Tangga yang kesehariannya juga berdagang buah di pasar itu mengatakan, “Melon paling laris mas, bahkan di Bulan Puasa ini harganya diturunkan. Sebelum puasa, harga Melon perkilo Rp 8.000,- (rupiah). Tapi sekarang kita menjualnya cukup dengan harga Rp 7.500,- (rupiah).”
Lebih lanjut perempuan itu menjelaskan, “Dibandingkan dengan buah – buah yang lain, Buah Melon masih menduduki raja buah di setiap Bulan Puasa. Ibaratnya, kalau Semangka kita laku 2 kilo, Melon sudah laku 10 kilo. Kita ambil buah ini dari Kabupaten Lamongan, untuk Melon hampir semua pedagang di sini ambil dari sana mas.” “Kalau di Tuban jarang yang tanam melon mas,” tuturnya.
Putra, Seorang pemuda yang ditemui  di lokasi mengatakan, “Saya ini sedang disuruh beli Melon sama bapak mas. Soalnya Melon itu sueger, pas banget untuk dibuat berbuka puasa nanti. Harganya juga standart, nggak mahal – mahal banget.”
Jika kita biasa tahu dan melihat Melon dengan warna buahnya hijau, kali ini di beberapa kios buah Pasar Baru Tuban terlihat pedagang menggantungkan Melon bertuliskan Melon Merah.

Blewah Tuban Banyak Diminati saat Puasa

SUGAR FM DALAM BERITA

PETANI BLEWAH PANEN BERKAH DI BULAN RAMADHAN.


Durahmad saat menjajakan blewahnya.
Tuban Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi semua orang, tak terkecuali bagi petani blewah. Seperti yang terlihat di wilayah Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, para petani Blewah menjajakan hasil panennya di pinggir jalan dekat sawahnya, Minggu (22/07/2012).
Buah Blewah tersebut, memang banyak dicari masyarakat untuk hidangan saat berbuka puasa. Rasa buah yang manis dan daging buahnya yang empuk akan terasa sangat menyegarkan jika dicampur es dan sirup.
Durahmad (49), warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, yang penggarap lahan Sawah Blewah mengaku, saat bulan puasa ini menjadi berkah tersendiri bagi dirinya.
 
“Saat bulan puasa seperti ini banyak sekali yang mencari Buah Bewah untuk dijadikan menu buka puasa, sampai permintaan meningkat 50 persen lebih dibanding dengan hari biasanya,” ujar Durahmad.
Durahmad biasanya menjajakan dagangan dengan membangun lapak semi permanen ataupun tenda dari terpal di pinggir jalan. Dan harga yang ditawarkan pun bervariasi antara Rp 5.000,- hingga Rp 15.000,- per bijinya, tergantung kualitas dan ukurannya. Adapun Blewah yang dijajakan Durahmad tak hanya Blewah jenis umum. Durahmad juga menanam beberapa jenis Blewah, seperti Blewah Sumbawa, Blewah Bisma, dan juga Blewah jenis Golden.
“Semua jenis Blewah enak, namun yang paling diminati masyarakat adalah jenis Blewah yang umum, karena akan dibuat es,” terang bapak 3 anak itu, saat ditanya jenis Blewah mana yang sering diminati masyarakat. Durahmad mengaku dalam seharinya bisa menjual Blewahnya sampai 60 kg hingga 1 kwintal.

Minggu, 22 Juli 2012

Bromocorah Asal Tingkis, Kecamatan Singgahan, Tuban Tertangkap Polisi

SUGAR FM DALAM BERITA

Keamanan Hutan Masih Rawan.

Tuban – Persoalan keamanan hutan masih jadi persoalan pelik yang hingga kini masih terus diupayakan formula penanggulangannya.
Di satu sisi, sumber daya alam hutan berupa kayu jati, yang dari waktu ke waktu terus terjadi penurunan produksi, dan menggarap sumberdaya hutan selain kayu, misalnya pengoptimalan wisata alam serta yang lainnya, keamanan kawasan hutan masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup memusingkan.
Maraknya pencurian di wilayah hutan RPH  Nguluhan, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan, belakangan ini membuat gerah petugas Kam KPH Parengan. Lebih-lebih para pelaku selalu berhasil menyembunyikan diri dari kejaran petugas baik di tempat mereka tinggal atau ke tempat lain.
Namun, dengan tertangkapnya salah seorang yang diduga sebagai penggerak dan masuk kategori bromocorah licin, berinisial Hd, 34, warga Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Tuban, membuat sedikit lega petugas.
Melalui kerja keras Asper KRPH Nguluhan, Suyatnoko, bersama Komandan Regu Polmob Perhutani KPH Parengan, Sedioko, Hd yang konon memilki beberapa tempat sembunyi di beberapa desa sekitarnya, akhirnya berhasil di tangkap di hutan petak 34 C, tanaman jati tahun 1994 , wilayah RPH Nguluhan.
Terkait tertangkapnya bromoocorah licin ini, Waka Adm KPH Parengan, Supriyanto, menyatakan dengan berhasil dibekuknya salah satu tokoh pencurian ini berpengaruh signifikan terhadap keamanan hutan wilayahnya.
Data di Kepolisian setempat, menyebutkan pelaku memang sudah menjadi buron Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak lama. Dia termasuk salah satu pelaku dan provokator setiap kali petugas Perhutani akan mengamankan barang bukti pada saat operasi kayu di kawasan tempat tinggal tersangka.
Dalam melakukan aksinya, tersangka tidak sendirian. Namun secara berkelompok, hampir mencapai 20 orang lebih.

WNA Pekerja Proyek, Makan Ice Cream Di Siang Hari Saat Bulan Ramadhan

SUGAR FM DALAM BERITA

WNA Pekerja Proyek Tak Hormati Bulan Puasa Di Tuban.

Tuban - Tengah siang di hari kedua bulan puasa tahun ini, kami menjumpai Warga Negar Asing (WNA) etnis China di salah satu swalayan di Tuban sedang menikmati ice cream dan merokok di tengah pintu utama swalayan. Melihat hal tersebut, beberapa pengunjung swalayan itu melihat dengan muka protes.
Melihat hal yang (menurutnya) tidak pantas di bulan puasa, pengunjung tersebut melempar protes kepada Satpam yang berada tidak jauh dari orang asing tersebut. Kepada Satpam tersebut Uzer mengatakan, “Mohon maaf pak Satpam, kenapa orang itu makan ice cream di tengah pintu masuk kok dibiarkan saja. Diingatkan dong, paling tidak menghormati bulan puasa. Jangan dibiarkan saja.”
Mendengar teguran pengunjung, Satpam swalayan tersebut menjelaskan bahwa gerombolan orang asing tersebut bekerja di salah satu proyek besar di sebelah barat Tuban. “Masalahnya, mereka itu hanya bisa bahasa mandarin, diajak ngomong bahasa Inggris tidak bisa mas, makanya kita mengingatkan juga sulit.”
“Apalagi bukan orang Indonesia pak, anda atau keamanan harus memperingatkanlah. Orang – orang asing di Tuban ini sudah banyak yang seenaknya saja kalau ngapa – ngapain. Jangan dibiarin pak, sebenarnya saya mau ingatkan sendiri, tapi yang lebih berhak Satpam. Kalau nggak bisa bahasa Inggris, paling tidak diajak ngomong pakai Isyarat,” sahut Uzer.
 
Kelakuan WNA tersebut mengundang guman pengunjung swalayan di siang itu. Beberapa orang yang  ada  mengatakan, “Kedatangan orang – orang asing di berbagai proyek di Tuban harus diantisipasi pengaruhnya. Pengaruh ekonomi, sosial, maupun kebudayaan. Jangan dibiarkan begitu saja dengan bebas di Tuban. Kalau bertentangan dengan adat, norma, atau prinsip toleransi yang berlaku di sini, seluruh masyarakat Tuban harus berani, khususnya yang berwenang.” “Apakah semudah itu kita akan kembali terjajah,” tambah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

Legen, Minuman Paling Dicari Saat Buka Puasa.

SUGAR FM DALAM BERITA

Legen, Minuman Paling Dicari Saat Buka Puasa.


Tuban – Bulan Puasa kali ini memberikan berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat penjual minuman legen. Minuman yang murni diperoleh dari pohon siwalan ini, paling banyak dicari oleh masyarakat untuk menghilangkan dahaga pada saat berbuka puasa. Minggu (22/07/2012).
“Pada saat bulan puasa seperti ini banyak sekali yang mencari minuman legen untuk berbuka puasa, kebanyakan warga dari luar Desa Boto yang datang langsung untuk mencari minuman legen yang asli.” terang Sarmuji (45) warga Desa Boto yang sehari-hari menjual minuman legen.
Pada momen puasa seperti ini untuk mendapatkan minuman legen banyak dijumpai di gang-gang rumah di Desa Boto Kecamatan Semanding. Desa Boto salah satu desa yang ada di Kabupaten Tuban sebagai sentral penghasil minuman legen dan buah siwalan.
“Tidak sulit pada bulan puasa saat ini untuk mendapatkan minuman legen, sebab mayoritas warga Desa Boto mempunyai pohon siwalan dan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari warga mengandalkan pohon siwalan.” Tandasnya.
“Disamping itu warga yang pada hari-hari biasa mengolah getah pohon siwalan menjadi toak pada bulan puasa seperti ini banyak yang mengolah menjadi minuman legen dan dijual di setiap gang rumah mereka,” tambahnya.
Keuntungan yang diperoleh apabila dibandingkan dengan hari-hari biasa -  bisa mencapai 50 persen, dalam sehari pada hari-hari biasa paling banyak bisa menjual 20 – 30 liter minuman legen dengan harga Rp. 4000,-/liter atau bisa dengan cara dijual perbotol isi 1,5 liter dengan harga Rp. 7000,- sedangkan untuk bulan puasa minuman legen yang terjual bisa 40 – 50 liter perhari dengan harga yang sama, sehingga kalau dirupiahkan untuk hari-hari biasa para penjual minuman legen bisa mendapatkan Rp. 100.000,-/hari tetapi pada saat bulan puasa seperti ini bisa meraup keuntungan Rp. 150.000,-/hari.
“Alhamdulillah untuk hari-hari biasa paling banyak mendapatkan uang Rp. 100.000,- tetapi pada saat bulan puasa pada saat ini, bisa meraup sekitar Rp. 150.000,- perhari,” tandasnya.
Untuk mendapatkan 20 sampai 40 liter minuman legen, Sarmuji mempunyai sekitar 15 pohon siwalan sendiri, yang ditanam dipinggiran ladang. Sedangkan dalam sehari bisa 2 kali mengambil dari pohonya setiap pagi dan sore.
“Untuk setiap hari saya bisa mengambil legen dari pohonya 2 kali pagi dan sore , namun yang terbanyak pengambilan pertama pada pagi hari kalau disore hari tidak seberapa air legen yang didapatkan,” tuturnya.
 
Untuk memproduksi minuman legen ternyata tidaklah mudah, sebab dibutuhkan kebersihan wadah untuk tempat penyimpanan air yang menetes pada pohon siwalan, tidak seperti minuman toak yang tidak perlu membersihkan wadah tetesan air pada pohon siwalan.
“Untuk mengolah getah pohon siwalan menjadi legen memang cukup rumit sebab betek (wadah untuk meyimpan setiap tetesan getah) harus benar-benar bersih, sebab kalau tidak benar-benar bersih, jadinya toak tidak legen lagi.” Pungkasnya.

Kacang Tanah Cegah Risiko Kanker Hati

SUGAR FM DALAM BERITA
Kacang Tanah Cegah Risiko Kanker Hati

Jakarta - Makan kacang-kacangan tak dipungkiri memang memiliki banyak keutamaan. Penelitian terbaru menemukan, makan makanan yang kaya asupan vitamin E itu dapat mengurangi risiko kanker hati. Seperti dilansir dari dailymail.

Khasiatnya khususnya ditemukan kacang almond, kacang tanah, kacang pinus dan aprikot kering. Sejumlah kacang itu juga dikenal membantu mencegah resiko terkena penyakit jantung dan kerusakan mata di usia tua.

Dr Wei Zhang, dari Shanghai Cancer Institute, menganalisis data dari 132.837 orang - termasuk 267 pasien kanker hati - di Cina yang 54 persen dari semua kanker hati di dunia terjadi. Setelah mengumpulkan informasi tentang kebiasaan makan para partisipan, kemudian dibandingkan risiko kanker hati untuk peserta yang memiliki asupan vitamin E tinggi dengan yang tidak.

"Kami menemukan, hubungan antara asupan vitamin E dan risiko kanker hati. Pesan yang dibawa pulang adalah bahwa asupan tinggi vitamin E baik dari makanan atau suplemen tersebut terkait dengan rendahnya risiko kanker hati pada orang paruh baya atau lebih tua," katanya.

Kanker hati adalah penyebab paling umum ketiga dari kematian yang disebabkan kanker di dunia. Kanker ini paling umum kelima ditemukan pada pria dan yang paling umum ketujuh pada wanita. Sekitar 85% dari kanker hati terjadi di negara berkembang. Studi ini dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute.

Suasana Kota Tuban Lengang dan Sepi di Awal Puasa

SUGAR FM DALAM BERITA

Awal Ramadhan, Tempat Fasum Sepi

Tuban – Hari pertama puasa, Sabtu (21/07/2012) sejumlah tempat fasilitas umum (fasum) di Tuban, seperti Taman Kota dan Alun-alun nampak sepi. Tidak nampak aktifitas seperti hari biasa meski hari ini merupakan libur akhir pekan.
Pengamatan di sejumlah fasum tersebut, menunjukkan tidak ada kunjungan yang berarti dibanding pada akhir pekan sebelumnya. Jalan-jalan utama Kota Tuban pun, tidak menampakkan aktifitas kesibukan seperti hari-hari biasanya.
Awal dimulainya menunaikan ibadah puasa, yang kebetulan bersamaan dengan vacancy akhir pekan kali ini, menjadikan suasana sejumlah fasum dan jalanan lengang.
“Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, awal puasa biasanya tidak ada kegiatan menonjol. Meski di hari efektif sekali pun, orang kebanyakan memilih tinggal di rumah. Apalagi, kali ini puasa jatuh pada libur akhir dan hari kedua puasa bertepatan pula dengan hari Ahad. Jadi, ya sepi,” kata Sarodi, yang hendak memasuki Masjid Agung.
Sudut Alun-alun yang biasanya semarak oleh remaja yang memanfaatkan layanan internet gratis melalui layanan hot spot, tak Nampak berada di sana. Hanya beberapa orang petugas kebersihan yang terlihat menjalankan tugasnya.