Sabtu, 01 Desember 2012

Saifullah Yusuf (GUS iPUL) Buka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XI Tingkat Provinsi Jawa Timur Di Alun-alun Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket
Studio Utama Gema Arek Ronggolawe  Full Musik

Gus Ipul Buka MTQ se Jatim di Tuban.


Kontingen MTQ yang datang dari berbagai daerah di Jatim
Tuban – Pelaksanaan pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XI Tingkat Provinsi Jawa Timur, sekaligus rakerwil (rapat kerja wilayah) Jam’iyatul Qurra Wal Huffadh NU, berlangsung meriah. Acara ini diawali lantunan lagu dan tari-tarian khas Negara Timur Tengah. Kemudian dilanjutakan pengenalan devile peserta yang berasal dari kabupaten dan kota se Jawa Timur. Acara ini dipusatkan di Alun-alun, Jumat (30/11/2012) malam.
Dalam acara pembukaan MTQ tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Bupati Tuban, Fathul Huda, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husaein. Selain itu, juga hadir jajaran Forpinda kabupaten Tuban, pengurus wilayah NU Jawa Timur, dan bayak lagi tamu undangan yang lainnya.
Ketua panitia kegiatan, Najibul Kholiq dalam sambutannya mengatakan, acara ini diikuti hampir seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur. MTQ yang digelar di Bumi Wali ini diikuti oleh 120 orang peserta. Selain itu, juga ada 20 orang hakim. ‘’Semoga dalam kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tuban, Fathul Huda dalam sambutannya mengungkapkan, acara yang digelar di Tuban ini sejalan dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Tuban. Yakni, memasyarakatkan Al quran dalam semua lini kehidupan bermasyarakat. ‘’Kalau hidup ini dilandasi Al quran pasti akan selamat,’’ tuturnya.
Lanjutnya, saat ini ayat-ayat Al quran telah menjadi hiasan-hiasan didalam kantor-kantor Pemerintahan Kabupaten Tuban. Selain itu, juga di jalan-jalan juga banyak yang berhiasan ayat Al quran. Dengan adanya hiasan ayat Alquran ini diharapkan mampu menjadikan para pejabat dan rakyat Tuban berprilaku menurut ajaran Al quran. ‘’Sehingga diharapkan ayat-ayat Al quran ini mampu mejadi hiasan hati oleh pejabat maupun rakyarat Tuban,’’ tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dalam sambutannya mengungkapkan, dia berharap semua pejabat memiliki ahlakul karimah sesuai dengan tuntuna Al quran. Selain itu, Pemerintahan Provinsi Jawa Timur sangat mendukung kegiatan seperti ini. ‘’Semoga saja kegiatan seperti ini akan membawa Jatim lebih baik lagi,’’ ungkapnya.
Lanjutnya, kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan diera gelobalisasi seperti ini. Karena dizaman ini semua pengaruh budaya maupun kultur dari manapun sangat mudah masuk dan mempengaruhi umat. Sedangkan, bacaan atau ajaran Al quran inilah yang mampu menjadi benteng dari pengaruh hal-hal yang negatif ini. ‘’Kegiatan serupa harus sering-sering dilakukan,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, dengan digelarnya acara ini diharapkan mampu melahirkan qori’-qori’ hebat dan handal yang tidak hanya mampu bersaing dalam tingkat nasional saja. Namun juga dalam tingkatan internasional.


Jumat, 23 November 2012

Sarmidik Warga Kedung Primpen Kanor, Tewas Saat Mengayuh Becaknya.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket
 Usai Ngontel, Tukang Becak Nggeblak.

Tuban  - Seorang tukang becak ditemukan sudah dalam kondisi tewas di atas trotar jalan KH Musta'in, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban.

Diduga korban sudah tewas saat sedang mengayuh becaknya hingga kemudian terjatuh menabrak trotar jalan, Jumat (23/11/2012).

Tukang becak yang tewas tergelak di atas trotoar jalan tersebut adalah Sarmidik (67), seorang tukang becak asal Desa Kedung Primpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Korban merupakan tukang becak yang biasa mangkal di terminal wisata Sunan Bonang.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian, peristiwa tewasnya tukang becak tersebut berawal saat korban telah mengangkut penziarah dari terminal wisata Sunan Bonang ke lokasi makam Sunan Bonang yang ada di kelurahan Kutorejo.

Menurut sejumlah tukang becak yang lain, setelah mengankut peziarah tersebut Sarmidik kemudian mengayuh becaknya kembali untuk melakukan antri di lokasi parkiran bus Pariwisata itu. Namun saat sampai di tengah-tengah perjalanan diduga korban terlalu capek, akhirnya jatuh hingga tewas saat mengayuh becaknya itu.

"Tadi jalannya dari utara itu sudah kelihatan becak tidak terkontrol dan berjalan Zig zag, mungkin saja waktu itu dia sudah meninggal. Tak lama kemudian becaknya langsung nabrak pohon di tepi jalan dan dia terpental di trotoar," ujar Sarmin, salah satu tukang becak yang ada di lokasi kejadian.

Sejumlah tukang becak lain yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi korban berusaha untuk menolongnya, namun lantaran korban sudah tewas akhirnya warga langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, mendapatkan laporan itu  petugas kepolisian dari unit Patroli Polres Tuban langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memeriksa tukang becak yang tewas dan tergeletak diatas trotoar jalan tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan korban mengalami luka dibagian kepalanya dan berdarah, akibat membentur trotoar.

Setelah dilakukan pemeriksaan dilokasi kejadian, jenazah Samidik langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Tuban. Kini korban masih di kamar jenazah untuk menunggu diambil oleh pihak keluarga korban.

Pawang Hujan Saat Konser Wali Band di Alun-alun Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket

Sesaji Pawang Hujan Konser Band Wali di Bumi Wali.

21-11 pawang hujan di konser band wali
TUBAN - Konser musik Grup Band Wali di Bumi Wali dalam acara hari jadi Tuban ke 719 yang dihelat di tengah alun-alun Tuban, dihadiri ribuan masyarakat pada musim hujan saat ini menyisakan cerita lain akan keberadaan pawang hujan, dengan menggunakan media cabe yang ditancapkan di pagar keliling pembatas pertunjukan.
Acara yang dimulai dengan penampilan band-band lokal Memo dan Wong lawas yang membawakan beberapa buah lagu sebagai band pembuka sebelum Wali, grup band papan atas dari Ibukota tampil. “Ini bentuk apresiasi lokal dalam bermusik,“ kata Pipit W, salah satu dedengkot pemusik Tuban yang malam itu penabuh drum Band Memo.
Sebelum acara dimulai memang langit Tuban nampak mendung, bahkan sempat gerimis yang sempat membuat cemas para panitia, musisi dan para undangan VIP, dimana pada bulan mulai sering turun hujan. Namun lautan manusia yang memadati tempat konser di alun-alun Tuban tetap antusias seolah tidak mengiraukan cuaca itu dan yang ada dibenak mereka hanya ingin melihat penampilan Band Wali, yang dikenal dengan lagu-lagu religi, yang banyak digandrungi oleh masyarakat Tuban dari ABG sampai orang dewasa.
Dalam sambutan pembukaan Bupati Tuban yang menyempatkan hadir pada malam konser diikuti wakil bupati beserta para pejabat lainnya, Ia mengatakan, “Dengan Agama hidup jadi mudah, dan dengan seni hidup jadi indah,“ cuplikan sambutan Bupati singkat, disambut tepuk tangan meriah para penonton.
“Sengaja kita datangkan Band Wali, biar sesuai dengan sebutan nama Tuban bumi Wali,“ ujar Bupati yang juga seorang Kiai tersebut.
Acara konser Band Wali yang malam itu digelar dibawah bergelayutnya mendung di langit yang tak jatuhkan air hujan setitikpun, sangat berasa ada kekuatan tak terlihat yang sengaja menahan fenomena itu, bukan akan meminjam kekuasaan-Nya, namun itu yang terjad,i orang menyebutnya ‘tolak hujan’ oleh pawang hujan.
Merasakan ada sesuatu yang ganjil, kami melakukan penyusuran di seputaran tempat konser untuk mendapatkan jejak dan petunjuk yang biasanya dipasang untuk permintaan agar tidak turun hujan. Tak berlangsung lama tiba-tiba mendapati barang yang tak lazim ada ditempat konser di sebelah sudut timur laut pada pagar besi pembatas keamanan terdapat buah cabe merah diikat kawat menghadap keatas, kata pakde pedagan kacang tanah asal plumpang yang berjualan di belakang panggung, “Cabe yang tertancap di atas paving/tanah itu sesaji pawang hujan,” ujarnya. sepintas memang tidak terlihat tetapi jika diperhatikan dengan seksama akan nampak . tidak hanya berhenti disitu penelusuran dilanjutkan ke sekeliling panggung namun hanya didapati jejak yang tidak utuh lagi karena desakan penonton yang melimpah.
Band religi Wali membawakan 12 lagu secara maraton, namun saat pada kumandang lagu “Aku bukan Bang Toyib,” dan “Yang” penonton mendadak beringas dan terjadi keributan antar penonton yang meluas sampai pihak keamanan kuwalahan. Atas kejadian tersebut sempat Bupati Huda berdiri dari tempat duduknya Mendekat ke penonton untuk beri perhatian degan sikap tenangnya, tanpa memberi intruksi dengan kata kata, hanya memandangi ke arah masa penonton yang semburat ricuh. Tak ketinggalan salah satu gitaris Band Wali Apoy juga sempat menaruh gitar dan mengambil microphon untuk menyerukan agar penonton tertip.
Disela melantunkan lagu vokalis Band Wali biasa dipanggil faank sempat mengajak dialog penonton dengan menyebut “Tuban Bumi Wali“ namun penonton berteriak serempak malah menjawab “Tuban Bumi Ronggolawe…………!“ Bergemuruh sambil mengacungkan jari tangan.
Acara berakhir sekitar pukul 22.30 WIB dan tidak turun air hujan setetespun malah air dari mobil pemadam yang mengguyurkan air kepada para fan Band Wali dari berbagai kota sekitar Tuban.

Tolak Serangan Israel ke Palestina, Massa Islam Tuban Gelar Aksi.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket
 Ribuan Pelajar Tuban Kecam Serangan Israel.
Tuban  - Sedikitnya 1000 pelajar yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sekolah Islam (FKSI) Kabupaten Tuban melakukan aksi solidaritas dan dukungan terhadap Palestina, para pelajar tersebut mengecam serangan Israel yang bertubi-tubi ke Palsetina hingga menimbulkan korban jiwa, Jumat (23/11/2012).

Massa yang merupakan para pelajar Islam yang ada di Kabupaten Tuban tersebut memulai aksinya dari jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban. Kemudian mereka melakukan aksi jalan kaki menuju kantor DPRD Tuban dan selanjutnya melakukan orasi di halaman kantor wakil rakyat itu.

Saat melakukan jalan kaki menuju kantor DPRD Tuban tersebut, seribu lebih pelajar mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga pelajar SMP yang melakukan aksi dengan didampingi oleh sejumlah guru mereka terus berorasi dan menyerukan kecaman terhadap tindakan Israel terhadap Palestina.

"Sudah berapa nyawa anak-anak dan perempuan yang menjadi korban, dan kami menyatakan penolakan atas serangan yang telah memakan banyak korban tersebut," teriak Rohman, salah satu guru saat melakukan orasinya mengecam tindakan Israel.

Sebelum sampai di halaman kantor DPRD Tuban seribu massa yang terdiri dari pelajar itu melakukan shalat ghaib secara berjamaah di bundaran Patung Letda Sutjipto, jalan Teuku Umar, Tuban.

Kemudian setelah melakukan sholat Ghoib untuk korban serangan Israel mereka mengumpulkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 75 meter, sebagai bentuk penolakan serangan Israel ke warga Palestinan. Tak hanya itu dalam aksinya tersebut para pelajar juga mengumpulkan uang sumbangan yang akan dikirimkan langsung ke Palestina.

Saat sampai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban seribu massa pelajara tersebut kemudian menyerahkan seribu tanda tangan di atas kain sebagai bentuk penolakan serangan Israel terhadap Palestina ke salah satu anggota DPRD Tuban. Selanjutnya para pelajar itupun kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, Midarririn Muharini, sebagai koordinator dalam aksi dukungan terhadap Palestina itu menyatakan bahwa aksi ini sebagai bentuk pembelajaran kepada siswa untuk menanamkan sikap kepedulian kepada sesama.

"Selain itu, siswa itu kita juga mengajak kepada para siswa untuk mengamalkan Pembukaan UUD 45 yang dalam salah satu alineanya menyatakan kecaman setiap bentuk penjajahan," terang Midarririn Muharini, sesaat setelah  melakukan aksi dukungan terhadap Palestina itu.

Kamis, 22 November 2012

Tawuran, Faank Vokalis "WALI" Kena Lemparan SANDAL.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket

Konser "Wali Band" di Bumi Wali Ricuh.

21-11 konser band wali di bumi wali ricuh
TUBAN – Konser Band Wali asal Ibukota Jakarta, di alun-alun Kota Tuban diwarnai kericuhan sesama penjoget, Rabu (21/11/2012). Bibit-bibit kericuhan sudah kelihatan semenjak dua band lokal asal Kabupaten Tuban manggung. Namun dapat diredam petugas keamanan.
Usai dua band lokal, kemudian dilanjutkan acara seremonial dalam rangka Hari Jadi Kota Tuban yang ke-719. Kemudian Farhan Zainal Mutakin yang akrab dipanggil Faank, vokalis Wali naik ke atas manggung. Dalam lantunan 3 lagu pertama, kericuhan kembali terjadi.
Diduga, tawuran antar penjoget ini terjadi antara pemuda yang sudah mabuk akibat minuman keras, sehingga tidak terima ketika saling senggol dalam berjoget. Namun lagi-lagi dapat diredam oleh petugas keamanan dari jajaran Polres Tuban dan TNI.
Sembilan lagu terlantunkan, kericuhan semakin menjadi, bahkan pagar keamanan yang berada di depan panggung jebol akibat saling dorong antar sesama penjoget yang terdesak oleh penjoget ketika terjadi kericuhan.
Belasan orang mengalami luka-luka, akibat di injak-injak para pemuda saat berlarian menyelematkan diri saat terjadi tawuran. Bahkan puluhan ibu-ibu dan anak-anak dievakuasi petugas keamanan lantaran terdesak penonton lainya.
Faank, kemudian mengakiri dua lagunya, sebelum kemudian menghentikan konsernya, lantaran dia juga kena sasaran lemparan sandal oleh penonton. “Mungkin dihentikan sendiri oleh manajemen band, bukan kita yang menghentikan,” ujar AKBP Joko Awang Rumitro, Kapolres Tuban ketika ditemui usai konser.
Ditambahkan Kapolres, petugas keamanan yang dikerahkan dalam acara tersebut sekitar 450 personil dari anggota Polres Tuban dan Brimob Bojonegoro.

As Patah, Truck S 8055 UW Muatan Kertas Terguling.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket
 Roda As Terlepas, Gandengan Truk Terguling.


Tuban - Sebuah truk gandeng yang bermuatan kertas terguling dan menimpah sebuah warung di jalan Tuban-Surabaya KM 6, di Desa Tegal Bang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Kejadian itu karena as roda truk terputus dan terlepas, Kamis (22/11/2012). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian kecelakaan tunggal tersebut berawal saat truk gandeng nopol S 8055 UW yang dikemudikan Rokim (41) asal Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri itu berjalan dari Jakarta menuju Surabaya.

Kemudian saat sampai di jalan menikung dan bergelombang di jalur pantura tersebut, bodi gandengan truk gandeng yang bermuatan kertas itu roda as bagian depan patah, sehingga roda beserta as dari gandengan itu langsung terlepas.

"Saya sudah merasa miring saat jalannya menikung itu, kemudian saya rem setelah itu langsung terguling ke kiri. Tapi yang terguling hanya gandengannya saja," ujar Rokim, pengemudi truk gandeng itu.

Saat bodi gandengan truk tersebut terguling menimpah sebuah warung milik Bambang Setyo Budiono (43), yang berada tepat di tepi jalan raya tersebut. Beruntung di dalam warung tersebut tidak ada penunggu, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Sementara itu, meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut membutuhkan waktu lama untuk melakukan evakuasi bak gandengan truk bermuatan kertas tersebut. Hingga saat kejadian kendaraan itu belum bisa dievakuasi lantaran menunggu kedatangan alat berat di lokasi kejadian.

Kejadian ini sempat membuat arus lalu lintas di jalur pantura Tuban itu tersendat. Pasalnya, as roda truk tersebut berada persis di tengah jalan raya. Setelah as roda ditepikan petugas akhirnya arus lalu lintas kembali lancar.

Rabu, 21 November 2012

Rustamuji, Pecatan PNS Dinas PU Tuban, Tipu Warga.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket

Janjikan Jadi PNS, Mantan Pegawai Dinas PU Tipu Warga.

20-11 penipuan cpns
TUBAN – Rustamuji, seorang mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten Tuban, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban, lantaran menipu dengan kedok menjanjikan korbannya bisa menjadi pegawai negeri, sebagai imbalannya, tersangka meminta sejumlah uang kepada para korbannnya.
Untuk meyakinkan para korbannya, selanjutnya pelaku memberikan sejumlah bukti ke korbannya, seperti dikasih kwitansi pembayaran. Selain itu, korban juga diberi seragam PNS berwarna coklat, usai mendaftar dan melakukan pembayaran. “Agar percaya, korban di kasih kwitansi pembayaran dan seragam coklat,” ungkap Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento, Selasa (20/11/2012).
Informasi yang diterima, penangkapan tersangka ini berawal dari laporan para korban, diantaranya Kasri dan Sundarwi warga Desa Gesikan Kecamatan Grabagan. Korban melapor lantaran baru sadar jika dirinya merasa ditipu pelaku, disebabkan dalam pengumuman hasil penerimaan PNS beberapa waktu lalu, keduanya tidak masuk kedalam daftar kelulusan pegawai negeri. “Merasa ditipu kemudian melapor ke Mapolres Tuban,” Lanjut Noersento.
Diduga, pelaku menipu para korbannya lebih dari dua orang. Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Kita akan melakukan pengembangan terkait kasus ini,” pungkas Noersento.
Terpisah, Kepala Dinas Pengerjaan Umum, Choliq Chunaisih, membenarkan, jika Rustamuji merupakan mantan salah satu anggotanya. Namun dia mengaku jika tersangka sudah dipecat karena telah melanggar indisipliner sebagai seorang pegawai negeri. “Dia memang bekas pegawai PU, tapi sudah diberhentikan karena melanggar indispliner kepegawaian,” ujarnya.

Jampersal VS Pelayanan Medis Penyebab Kematian Ibu Melahirkan Di Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket

Waspada, Trend Kematian Ibu Melahirkan di Tuban Terus Meningkat.


Persalinan.
Tuban – Selain penyebaran Human Immundientity Vyrus (HIV) yang terus meningkat, Kabupaten Tuban kini juga dicemaskan dengan terus meningkatnya angka kematian ibu melahirkan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Tuban mencatat, sebanyak 9 ibu melahirkan meninggal dunia pada 2008. Jumlah tersebut meningkat menjadi 11 orang pada 2009, dan menjadi 14 orang pada 2010. Data itu terus meningkat pada 2011, jumlah kematian ibu melahirkan  meningkat menjadi 18 orang, dan tahun 2012 hingga bulan November, ditemukan 19 orang ibu meninggal dunia saat melahirkan.
“ Ini sudah masuk kategori lumayan tinggi. Rata-rata kematian ibu tertinggi yang ditetapkan hanya 12 per 100 ibu. Di Tuban saat ini sudah mencapai 19 kematian ibu,” jelas Syaiful Hadi, Kepala Dinkes Tuban, Selasa (20/11/2012).
Faktor penyebabnya, lanjut Syaiful Hadi, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Ini terbukti kasus kematian ibu melahirkan kebanyakan disebabkan kardiovaskular atau gangguan pembuluh darah sebagai penyakit penyertanya. Diakui faktor lain semisal layanan kesehatan menjadi bagian dari penyebab kematian ibu saat melahirkan.
“Tetapi, kasus kematian ibu melahirkan yang disebabkan faktor layanan kesehatan relatif  kecil,” terang Saiful Hadi.
Layanan kesehatan untuk ibu hamil dan melahirkan, lanjutnya, sudah lumayan memadai. Di setiap desa sudah ada bidan. Malah ada yang lebih dari satu. Puskesmas-puskesmas pembantu juga sudah didirikan hingga ke pelosok desa.
“Saya lebih melihat faktor kesadaran kesehatan lingkungan yang kurang sebagai penyebab utamanya,” kata Syaiful Hadi.
Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Istianah, sepakat jika faktor rendahnya kesadaran kesehatan lingkungan menjadi sebab tingginya kematian ibu melahirkan tersebut. Namun Istiana lebih melihat faktor kesadaran tersebut dipengaruhi rendahnya  tingkat pendidikan kebanyakan ibu-ibu di Tuban. Terbukti ibu melahirkan yang mengalami kematian tersebut sebagian besar dari masyarakat kalangan bawah yang berpendidikan dan berekonomi rendah.
“ Harusnya angka kematian ibu melahirkan bisa ditekan kalau saja pelayanan kesehatan ibu hamil dan melahirkan bagus,” jelas Istiana.
Dikatakan, petugas medis di Rumah Sakit masih banyak yang kurang respek terhadap ibu hamil dan melahirkan dari masyarakat ekonomi rendah. Meski Pemerintah telah memberlakukan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi ibu-ibu melahirkan dari kalangan keluarga miskin. Namun, hal itu  tidak banyak memberi pengaruh. Kenyataannya ibu melahirkan dari keluarga miskin masih mendominasi angka kematian ibu melahirkan disebabkan faktor penanganan akibat tidak tersedianya biaya cukup.
“Diharapkan Dinkes bisa membenahi kinerja pelayanan kesehatan di Rumah Sakit maupun puskesmas dan tenaga persalinan di desa-desa sehingga trend kematian ibu melahirkan tidak semakin naik,” saran Istiana.
Di Indonesia sendiri, menurut laporan Kementrian Kesehatan, sebanyak 15 ribu orang perempuan meninggal dunia saat persalinan tahun 2011 lalu. Tahun ini angka tersebut bakal mencapai 17 ribu orang hingga Desember nanti. Sebab sampai bulan ini saja, sudah tercatat lebih dari 16 ribu ibu melahirkan meninggal dunia di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Pameran Dagang & Pembanguna HUT ke-719 Kota Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket

Wabup Buka Pameran Dagang dan Pembangunan.


Wakil Bupati, Noor Nahar Husein membuka Pameran Dagang dan Pembangunan
Tuban –  Pameran Dagang dan Pembangunan yang digelar Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban resmi dibuka. Pembukaan pameran yang akan berlangsung mulai 20 s/d 24 Nopember 2012 ini dilakukan oleh Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein.
Pameran Dagang dan Pembangunan yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Rangga Jaya Anoraga ini merupakan rangkaian peringatan hari jadi Tuban ke-719. Tujuan digelarnya pameran adalah untuk mengenalkan produk-produk industry maupun kerajinan asli Tuban.
Peserta pameran, selain para pelaku UMKM Tuban, juga diikuti oleh beberapa perusahaan besar seperti Semen Gresik, Holcim, Perbankan, Dealer, dan berbagai perusahaan lainnya. ‘’Event ini merupakan kesempatan para pengusaha atau pelaku usaha untuk berinteraksi. Sehingga, diharapkan mampu menjalin kerja sama antar pengusaha,’’ ujar Wabub Noor Nahar dalam sambutannya.
Menurut Wabup, tujuan terpenting dari pameran ini adalah media promosi bagi dunia usaha yang berada di Tuban. “ Lewat pameran ini, para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dapat mengenalkan produknya kepada masyarakat luas. Sehingga UMKM di Tuban dapat semakin tumbuh dan berkembang,’’ tandas Wabup, seraya mengharapkan agar event serupa dapat semakin sering diadakan di waktu yang akan datang.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Farid Ahmadi, mengungkapkan, pameran kali ini pihaknya menyediakan sekitar 140 stand. Selain pelaku UMKM, kata Farid, pameran kali ini juga diikuti oleh dinas-dinas dan SKPD dilingkungan Pemkab Tuban. Tak ketinggalan, beberapa sekolah mulai SD hingga SMU juga berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Selasa, 20 November 2012

Mashudi Tewas, Dirman Luka Berat, Motor VS Motor, Di Jl.R.E.Martadinata Tuban.

SUGAR FM DALAM BERITAPhotobucket
 Pulang Dugem, Pria Mabuk Tewas Tabrakan.


Tuban  - Seorang pria tewas mengenaskan akibat tabrakan di jalan RE Martadinata, Depan Cafe Mustika,Kelurahan Karangsari, Tuban, Selasa (20/11/2012), dini hari, 00.30Wib. Korban yang saat itu berboncengan motor dengan satu temannya, diduga mabuk usai dari tempat hiburan malam. Sedangkan temannya, akibat kejadian ini juga mengalami luka parah.

Korban tewas diketahui adalah Mashudi (50), warga Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Sedangkan temannya adalah Dirman (50), juga warga Tasikmadu.

Informasinya, peristiwa itu berawal saat Dirman yang berboncengan dengan Mashudi, mengendarai motor Kharisma nopol W 6508 FI dari arah barat dengan kecepatan tinggi.

Kemudian saat sampai di jalan RE Martadinata, tepatnya depan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, motor tersebut menyalip sejumlah kendaraan besar dengan kecepataan tinggi. Sedangkan dari arah berlawan teiba-tiba muncul sepeda motor nopol S 4981 GH yang dikendarai Wahyu David Irawan (23), warga Kelurahan Perbon, Kecamatan Kota, Tuban.

"Saya tahu dia dari barat jalannya sudah kencang dan jalannya terlalu ke kanan jadinya ya langsung menabrak saya. Kemudian saya langsung loncat," ujar Wahyu David Irawan, saat masih di lokasi kejadian kecelakaan itu.

Akibat benturan yang sangat keras itu pengendara sepeda motor Kharisma langsung tersungkur ke aspal hingga mengalami luka parah. Sedangkan untuk Mashudi langsung meninggal di TKP.

Sejumlah warga yang berada di lokasi berusaha untuk menolong korban. Namun lantaran satu korban sudah tewas warga langsung menghubungi petugas kepolisian Polres Tuban.

"Kita mau menolong tadi tidak berani karena yang satu sudah meninggal, jadi ya langsung menghubungi polisi saja," terang Qosim, salah satu warga yang ada di lokasi kejadian.

Sementara itu, petugas kepolisian dari unit Laka Polres Tuban yang datang dilokasi langsung mengevakuasi kedua korban tersebut. Untuk korban luka lansung dilarikan ke RSUD Dr Koesma Tuban, sedangkan korban tewas langsung dibawa ke kamar jenazah rumah sakit itu.

Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. Selain itu petugas juga memeriksa sejumlah saksi mata termasuk pengendara sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.